Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Telkom)

Bisnis

CEO Danantara Apresiasi Lonjakan Valuasi Telkom Rp112 Triliun

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 09:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). 

Di tengah upaya transformasi BUMN, Telkom dinilai sukses mencatatkan lonjakan nilai pasar (market cap) yang signifikan, yakni bertambah sekitar Rp112 triliun.

Rosan menyebutkan bahwa apresiasi pasar terhadap Telkom merupakan yang tertinggi di antara BUMN lainnya. Hal ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa publik percaya pada arah transformasi perusahaan.


"Lompatan signifikan dan stabilitas nilai Telkom di pasar modal mencerminkan optimisme bagi kelanjutan transformasi ke depan. Terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar," tulis Rosan melalui akun Instagram resminya, Jumat 9 Januari 2026. 

Ia meyakini bahwa dengan tata kelola yang baik, Telkom akan menjadi pilar penting dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Meski mendapat pujian, saham TLKM pada penutupan perdagangan Jumat kemarin, tercatat melemah 2,27 persen ke level Rp3.450. Namun, para analis menilai penurunan ini bukan hal yang mengkhawatirkan.

Secara teknikal, pelemahan tersebut dipicu oleh aksi ambil untung (taking profit) yang wajar. Jika ditarik dalam rentang satu tahun terakhir, harga saham Telkom telah menguat tajam sebesar 28,73 persen. Tidak adanya indikasi panic selling atau lonjakan volume distribusi yang ekstrem menunjukkan bahwa tren kenaikan jangka panjang Telkom masih terjaga.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, Telkom memang menghadapi tantangan profitabilitas jangka pendek akibat biaya transformasi:

Pendapatan tercatat turun tipis 0,85 persen (yoy) menjadi Rp36,61 triliun. Laba bersih terkoreksi 18,68 persen (yoy), menjadi  Rp4,81 triliun. Beban operasional naik 8,06 persen menjadi Rp9,90 triliun.

Penyempitan margin laba menjadi 13,13 persen mencerminkan besarnya investasi yang dikucurkan perusahaan untuk membiayai transisi bisnisnya.

Meskipun laba bersih tertekan, fundamental Telkom tetap menunjukkan ketangguhan. Likuiditas kuat karena posisi kas dan investasi jangka pendek melonjak 21,63 persen menjadi Rp33,05 triliun.

Total aset tumbuh menjadi Rp291,90 triliun dengan ekuitas sebesar Rp155,01 triliun.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya