Berita

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono usai menerima audiensi dengan Representatif dari CCPIT in Indonesia Mr. Li Feng dan Ketua Induk KUD Portasius Nggedi, di Jakarta. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Menkop Dorong Kerja Sama China Council PIT Perkuat Pertanian Lewat Kopdes

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 18:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) dapat menjadi suplier peralatan produksi pertanian bagi para petani di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi yang lebih melimpah.

Oleh karena itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) perlu melakukan kolaborasi bersama CCPIT in Indonesia dan Induk Koperasi Unit Desa dalam mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. 

"Saya meyakini kolaborasi seperti ini bakal memperkuat ekosistem bisnis yang sedang kita bangun bagi Kopdes Merah Putih," ucap Menkop, usai menerima audiensi dengan Representatif dari CCPIT in Indonesia Mr. Li Feng dan Ketua Induk KUD Portasius Nggedi, di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.


Menkop menilai, sektor pertanian desa bisa memperkuat ketahanan pangan nasional apabila dikelola secara kolektif melalui koperasi. 

"Karena itu, Kopdes Merah Putih diminta menjadikan pertanian sebagai unit usaha utama," katanya.

Ferry mengatakan masih ada potensi sumber daya alam desa yang belum disentuh secara optimal. Padahal, desa-desa di Indonesia menyimpan lahan dan komoditas pertanian yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

“Kalau potensi itu dikelola bersama, dampaknya bisa dirasakan luas, bukan hanya oleh anggota koperasi, tetapi juga masyarakat sekitar,” ucap Menkop.

Keterlibatan koperasi dalam pengelolaan pertanian dapat menciptakan efek ganda bagi perekonomian desa. Selain meningkatkan produksi pangan, aktivitas usaha koperasi dinilai mampu membuka ruang kerja dan memperkuat rantai ekonomi lokal.

"Maka, keberadaan Kopdes Merah Putih harus diarahkan pada pengelolaan potensi spesifik yang dimiliki masing-masing daerah, bukan sekadar menjalankan usaha seragam. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi dan kebutuhan desa," ujar Menkop. 


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya