Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto: Reuters)

Dunia

Korut: Aksi Brutal AS di Venezuela Ancam Stabilitas Regional

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 12:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korea Utara mengecam keras intervensi Amerika Serikat di Venezuela, menyebutnya pelanggaran kedaulatan sekaligus ancaman stabilitas regional.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kantor Berita Resmi KCNA, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyoroti dampak besar dari intervensi Washington terhadap situasi regional.  

“Kami memperhatikan betapa seriusnya situasi Venezuela saat ini yang disebabkan oleh tindakan sewenang-wenang AS, yang menambah ketidakstabilan pada kondisi regional yang sudah rapuh,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip pada Jumat, 9 Januari 2026. 


Pernyataan itu menegaskan bahwa insiden di Venezuela menjadi bukti tambahan atas sifat brutal dan perampas dari kebijakan luar negeri AS.  

"Insiden ini sekali lagi dengan jelas menegaskan sifat jahat dan brutal AS, yang telah lama disaksikan oleh komunitas internasional,” lanjutnya.  

Pyongyang menilai tindakan Washington merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.  

“Mengecam tindakan hegemonik AS di Venezuela sebagai bentuk paling serius dari pelanggaran kedaulatan, serta pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional yang menekankan penghormatan atas kedaulatan, non-intervensi, dan integritas teritorial,” tegas pernyataan tersebut.  

Pyongyang juga menyerukan agar masyarakat internasional tidak tinggal diam terhadap krisis yang terjadi.  

“Komunitas internasional harus menyadari keseriusan situasi Venezuela saat ini, yang menimbulkan konsekuensi buruk bagi struktur hubungan regional dan internasional, serta mengangkat suara protes dan kecaman terhadap kebiasaan AS melanggar kedaulatan negara lain,” tutup juru bicara.

Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi militer Absolute Resolve di Venezuela yang mencakup serangan udara dan darat di beberapa titik strategis di sekitar ibu kota Caracas dengan tujuan menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. 

Operasi tersebut melibatkan pasukan khusus AS termasuk Delta Force, dukungan udara dari lebih 150 pesawat, serta serangan awal untuk menonaktifkan pertahanan udara Venezuela, sebelum pasukan darat melakukan penangkapan dan mengeluarkan Maduro dari negara itu. 

Setelah ditangkap, Maduro diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan pidana di pengadilan federal AS, di mana ia dan istrinya mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya