Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Stagnan: Investor Menunggu Data Ekonomi AS

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange bergerak mendatar di kisaran 4.452 Dolar AS per ons pada Kamis 8 Januari 2026 waktu setempat. 

Investor saat ini cenderung wait and see sambil memantau dua faktor utama, yaitu data tenaga kerja Amerika Serikat dan penyesuaian indeks komoditas global.

Adanya penyesuaian rutin pada Bloomberg Commodity Index pekan ini menekan harga emas dan perak untuk sementara.


Bob Haberkorn dari RJO Futures menilai tekanan ini akan berlangsung hingga tengah pekan depan, yang justru bisa menjadi peluang beli bagi investor jangka panjang.

Pasar memperkirakan Bank Sentral AS (The Fed) akan memangkas suku bunga dua kali pada 2026. Emas biasanya lebih diminati saat suku bunga turun. Angka lowongan kerja dan penyerapan tenaga kerja di AS yang melambat memperkuat alasan bagi The Fed untuk segera menurunkan suku bunga.

Konflik global, termasuk penyitaan kapal tanker Venezuela dan isu politik di Greenland, membuat investor lari ke emas sebagai aset aman (safe haven).

Bank HSBC memproyeksikan harga emas bisa menembus 5.000 Dolar AS per ons pada awal 2026 akibat tingginya risiko geopolitik dan beban utang dunia.

Berbeda dengan emas yang stabil, logam mulia lainnya justru rontok. Perak merosot 3,2 persen menjadi 75,64 Dolar AS. 
Platinum merosot 2,3 persen menjadi 2.253,91 Dolar AS. Paladium turun 1,1 persen menjadi 1.745 Dolar AS.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya