Berita

Chip Nvidia H200. (Foto: Dok. Nvidia)

Dunia

China Minta Perusahaan Lokal Tidak Beli Chip Perusahaan AS

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 17:50 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah China meminta sejumlah perusahaan teknologi domestik untuk menghentikan sementara pembelian chip kecerdasan buatan Nvidia H200.

Langkah ini sebagai upaya Beijing menekan ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat (AS). 

Permintaan tersebut disampaikan pekan ini, seiring pertimbangan pemerintah China soal apakah dan dalam kondisi apa akses terhadap chip berkinerja tinggi Nvidia akan diizinkan, demikian dilaporkan The Information pada Rabu 7 Januari 2025.


Beijing disebut ingin mencegah perusahaan teknologi lokal menimbun chip buatan AS sebelum keputusan resmi diambil, sekaligus membuka jalan bagi kewajiban penggunaan chip AI produksi dalam negeri.

Sebelumnya, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan permintaan chip H200 di China masih kuat.

Chip H200 sendiri merupakan pendahulu dari lini chip unggulan terbaru Nvidia, Blackwell, dan sempat mendapat lampu hijau ekspor dari pemerintah AS pada akhir tahun lalu dengan syarat pembagian pendapatan sebesar 25 persen kepada pemerintah AS.

Di sisi lain, Nvidia berada di posisi terjepit antara AS yang terus memperketat kontrol ekspor semikonduktor canggih dan China yang berupaya mengamankan kemandirian teknologi.

Menanggapi situasi ini, jurubicara Kedutaan Besar China di AS Liu Pengyu menyatakan China pilih berdiri di kaki sendiri.

"China berkomitmen mendasarkan pembangunan nasional pada kekuatannya sendiri, dan juga bersedia menjaga dialog serta kerja sama dengan semua pihak untuk melindungi stabilitas rantai industri dan pasok global." ujar Liu.

Hingga kini, Nvidia maupun Kementerian Perdagangan serta Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China belum memberikan komentar resmi.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya