Berita

Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Julius Ibrani. (Foto: Istimewa)

Politik

OTT Jaksa Berpotensi Jadi Bom Waktu

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 13:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kejaksaan Agung (Kejagung) kini menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat oknum jaksa di Banten, Bekasi dan Kalimantan Selatan

Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), Julius Ibrani menilai rangkaian OTT terhadap jaksa berpotensi menjadi bom waktu konflik baru antara KPK dan Kejaksaan.

"Kalau tidak dikelola dengan komunikasi yang baik, ini bisa jadi ‘cicak vs buaya’ jilid baru," kata Julius dalam diskusi publik bertajuk "Kejagung vs KPK: Koruptor Tertawa" yang digelar Koalisi Jurnalis Anti Korupsi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 7 Januari 2026.


Julian berpendapat, komunikasi tidak hanya penting di level pimpinan lembaga, tetapi juga dengan publik agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat memperkeruh suasana.

Julius menambahkan, setelah 22 tahun berdirinya KPK, pemberantasan korupsi tidak boleh lagi bergantung pada satu lembaga semata.

"Trigger mechanism pemberantasan korupsi harus ada di semua pihak, termasuk masyarakat sipil. Kalau semua saling lempar, koruptor justru tertawa," pungkas Julius.

Diskusi ini merupakan refleksi satu tahun penegakan hukum dan prospeknya ke depan. Fokus diskusi mengerucut pada penanganan perkara korupsi yang melibatkan oknum antarlembaga negara, khususnya menyusul penangkapan sejumlah jaksa oleh KPK.

Selain itu, diskusi juga menyoroti laporan masyarakat terkait dugaan penggelapan aset Jiwasraya yang menyeret nama Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang hingga kini dinilai belum jelas progres penanganannya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya