Berita

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. (Foto: Istimewa)

Hukum

Pembuktian Mens Rea Penting dalam Kasus Nadiem Makarim

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 11:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim didakwa merugikan negara sebesar Rp2,1 triliun dalam kasus dugaan korupsi Program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019 sampai 2022.

Perkara ini mendapatkan atensi dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Anggota International Council of Transparency International, Natalia Soebagjo, yang turut hadir langsung dalam persidangan, Senin kemarin, 5 Januari 2026.

Dia memberikan perhatian khusus pada poin-poin dakwaan yang dibacakan. Ia berharap proses hukum ini benar-benar menguji ada tidaknya niat jahat (mens rea) dalam kebijakan tersebut.


"Persidangan ini saya harap bisa berlangsung berdasarkan prinsip-prinsip keadilan. Bahwa betul bisa dibuktikan tidak ada mens rea. Saya berharap para hakim dapat mengambil keputusan yang sebaik-baiknya demi penegakan hukum yang berkeadilan demi pemberantasan korupsi yang semestinya," tegasnya Senin, 5 Januari 2026.

Selanjutnya aktris senior Jajang C. Noer juga menyuarakan dukungannya. Berdasarkan pengenalan personal yang mendalam terhadap keluarga Nadiem, Jajang meyakini bahwa kebijakan yang diambil murni didasari oleh keinginan untuk memajukan negara.

Di mata Jajang, sosok Nadiem adalah pribadi yang santun dan cerdas, sehingga ia merasa ada keganjilan dalam tuduhan yang dialamatkan. 

"Dia baik sekali, santun, dan pintar. Hatinya baik itu yang saya tahu. Tentu saja saya harap keadilan benar-benar ditegakkan. Hanya keadilanlah yang bisa memberikan rasa adil," tambahnya.

Dukungan dari kedua tokoh ini menggarisbawahi dua sisi penting dalam melihat kasus ini yakni, pemenuhan prinsip hukum yang transparan sesuai standar internasional, serta kepercayaan publik terhadap integritas personal pengambil kebijakan.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya