Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ekspor Asia Tenggara Tangguh Melampaui Target di Tengah Tekanan Tarif AS

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdagangan Asia Tenggara terbukti resilien menghadapi kebijakan tarif agresif Donald Trump. Pada kuartal III-2025, ekspor kawasan ini ke Amerika Serikat (AS) justru melonjak 25 persen (yoy), mencapai rekor impor sekitar 40 miliar Dolar AS. Sebaliknya, di periode yang sama, ekspor China ke AS merosot tajam hingga 40 persen.

Keberhasilan ini didorong oleh permintaan tinggi AS terhadap produk teknologi (semikonduktor, komputer, dan ponsel) yang mayoritas dikecualikan dari tarif. Ekspor elektronik Asia tumbuh fantastis hingga 40 persen (yoy). Meski demikian, AS tetap memberikan peringatan keras terkait asal-usul barang.

Laporan Financial Times yang dikutip redaksi di Jakarta pada Kamis 8 Januari 2026 menyebutkan, "Pemerintahan Trump telah memberi sinyal dalam pembicaraan dengan negara-negara kawasan bahwa mereka mungkin tidak menerima kandungan China yang signifikan dalam produk akhir yang diekspor ke AS."


Vietnam menjadi bintang dengan pertumbuhan ekonomi 8 persen dan surplus perdagangan dengan AS mencapai 133,9 miliar Dolar AS. 

Fenomena pengalihan jalur perdagangan (trade diversion) dari China ke ASEAN pun kian nyata. Ekspor China ke Vietnam melonjak 27 persen. Ekspor Thailand ke AS naik 33 persen. Sementara Kamboja mencatat lonjakan ekspor tidak langsung dari China ke AS sebesar 73 persen. 

Meskipun performa saat ini solid, ancaman tarif hingga 40 persen membayangi barang yang dianggap hasil 'transshipment'. Dengan ketergantungan besar pada bahan baku asal China, negara-negara seperti Malaysia dan Thailand kini berada dalam pengawasan ketat rantai pasok global. Analis memprediksi momentum ini bisa terjaga, asalkan kawasan mampu menavigasi tekanan politik dan kepatuhan perdagangan AS.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya