Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 09:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tingginya tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia tidak bisa semata-mata diukur dari faktor kesejahteraan ekonomi.

Hasil riset Global Flourishing Study (GFS) yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di dunia, mengungguli hampir 200 negara lainnya. Riset tersebut dilakukan melalui kolaborasi Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset Gallup.

Menurut Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, temuan GFS tersebut wajar mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia menilai Presiden tidak perlu terharu hanya karena mengaitkan kebahagiaan rakyat dengan kondisi kesejahteraan semata.


“Kalau negara tersebut sejahtera atau makmur, maka rakyatnya diasumsikan akan bahagia. Sebaliknya, di negara berkembang dan miskin, maka diasumsikan akan sedikit rakyatnya yang bahagia?” kata Jamiluddin kepada wartawan, Kamis, 7 Januari 2026. 

Asumsi tersebut, kata Jamiluddin, hanya relevan bila kebahagiaan diukur dari sudut pandang duniawi. Dalam kerangka itu, kesejahteraan ekonomi menjadi tolok ukur utama kebahagiaan.

“Namun rakyat suatu negara, termasuk Indonesia, ada juga yang mencari tempat kebagiaan di akhirat dan keseimbangan dunia akhirat. Dua kelompok ini tidak akan mengukur kebagiaan semata dari kesejahteraan,” kata dia.

Menurut Jamiluddin, bagi kelompok yang memprioritaskan kebahagiaan di akhirat, keimanan menjadi sumber utama kebahagiaan. Karena itu, meski secara ekonomi belum sejahtera, mereka tetap merasa dan mengaku bahagia. Pengakuan tersebut, menurut Jamiluddin, bisa saja tulus dan apa adanya.

Hal serupa berlaku bagi kelompok yang mengejar keseimbangan dunia dan akhirat. Ketika kesejahteraan di dunia belum sepenuhnya tercapai, keyakinan akan kebahagiaan di akhirat membuat mereka tetap merasa bahagia.

“Karena itu, kebahagiaan rakyat Indonesia bukan karena kesejahteraan tapi lebih bersumber dari keimanan,” pungkasnya.

Presiden Prabowo Subianto mengaku terharu saat membaca hasil survei terbaru Global Flourishing Study (GFS) kolaborasi Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset global Gallup.

Dalam pidatonya di acara Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026, Prabowo mengungkap hasil survei yang menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia menempati posisi nomor satu paling bahagia di dunia.

“Di mana hampir 200 negara, negara yang rakyatnya setelah ditanya, menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami bahagia. Negara yang paling nomor satu di dunia sekarang, rakyat yang mengatakan bahagia adalah bangsa Indonesia. Ini mengharukan bagi saya," ujar Prabowo.

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya