Berita

Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam. (Foto: YouTube CNN)

Politik

Laporkan Akun Pemfitnah SBY, Demokrat Tidak Ingin Demokrasi Terdegradasi

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 01:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Partai Demokrat melaporkan empat akun media sosial yang diduga menyebarkan fitnah kepada Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada polisi sebagai langkah pendidikan politik kepada masyarakat. 

Hal itu disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam dalam acara Head to Head With Elvira berjudul “Dituding Dalang Kasus Ijazah Jokowi, Demokrat Lapor Polisi” dikutip dari kanal YouTube CNN, Rabu malam, 7 Januari 2026. 

“Pembenaran terhadap fakta-fakta fitnah itu adalah sebuah proses yang justru akan mendegradasi kualitas demokrasi itu sendiri karena manipulasi informasi seolah dibenarkan, dianggap sebagai yang normal. Inilah yang kemudian kita ingin kikis sekaligus juga bagian dari pendidikan politik bahwa kita tidak main-main,” ucap Umam.


Empat akun yang dilaporkan Partai Demokrat ke Polda Metro Jaya yakni akun YouTube @AGRI FANANI, @Bang bOy YTN, dan @KajianOnline, serta satu akun TikTok @sudirowibudhiusmp.

Umam menegaskan bahwa materi dalam akun-akun bukan merupakan suatu kritik tetapi sudah menjurus kepada fitnah tanpa dasar.

“Pak SBY dan keluarga besar Partai Demokrat sudah biasa untuk menerima kritik dan bahkan kritik-kritik yang membangun itu kita jadikan sebagai bahan evaluasi dalam konteks tertentu juga kita akomodasi dalam konteks kebijakan publik. Tetapi di materi-materi ini bukan kritik, itu adalah fitnah,” jelasnya.

Lanjut Umam,  Partai Demokrat menegaskan bahwa SBY tidak pernah berada di belakang isu ijazah palsu Jokowi.

“Maka semua upaya untuk mengait-ngaitkan antara Pak SBY, Demokrat dengan isu ijazah Pak Jokowi, itu adalah fitnah dan tidak benar adanya,” tandas dia.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya