Berita

Dari kiri ke kanan: Laksma TNI Salim, PLE Priatna dan Wahyono Bimarso dalam “Konferensi Pers Awal Tahun” yang digelar The National Maritime Institute (Namarin) di kawasan Menteng, Jakarta pada Rabu, 7 Januari 2026. (Foto: Dokumentasi Namarin)

Bisnis

Konferensi Pers Namarin:

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

RABU, 07 JANUARI 2026 | 23:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Memasuki tahun 2026, sektor maritim global diprediksi penuh dengan ketidakpastian. Maka dari itu pemerintah Indonesia perlu menyiapkan strategi maritim yang matang guna menghadapi dinamika global yang makin memanas.

Hal tersebut menjadi topik utama dalam “Konferensi Pers Awal Tahun” yang digelar The National Maritime Institute (Namarin) di kawasan Menteng, Jakarta pada Rabu, 7 Januari 2026. 

Konferensi pers ini turut menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Kepala Pusat Kajian Maritim Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Pusjianmar Seskoal) Laksamana Pertama TNI Salim; mantan Deputy Chief of Mission KBRI Beijing, PLE Priatna; dan pakar pelabuhan, ?Wahyono Bimarso.  
 

 
Direktur Eksekutif Namarin, Siswanto Rusdi menjelaskan bahwa konferensi pers ini mengupas prediksi yang akan terjadi dalam sektor maritim nasional serta antisipasi yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan stakeholder.

“Jadi kita tahu saat ini ada peristiwa invasi Amerika ke Venezuela yang membuat arus perdagangan global agak terganggu, sudah pasti akan berpengaruh pada biaya logistik hingga keamanan maritim Indo-Pasifik,” kata Siswanto.

Kapusjianmar Seskoal Laksma TNI Salim dalam paparannya mengemukakan analisis kondisi geopolitik dan keamanan maritim saat ini.

“Meningkatnya kompleksitas dan ketidakpastian lingkungan maritim global sekarang ini dipengaruhi banyak faktor. Domain maritim sebagai penggerak utama ekonomi dan keamanan global ini sangat penting,” jelas Salim.

Lanjut jebolan AAL 1995 ini, faktor yang mempengaruhi lingkungan global di antaranya hegemoni kekuatan antara Amerika Serikat dan China di kawasan. Teranyar soal invasi AS ke Venezuela. Kemudian potensi konflik yang bakal menyusul ialah ketegangan antara China dan Taiwan di Kawasan Indo-Pasifik.

“Kita harus mempersiapkan strategi maritim yang juga mencakup kebijakan pertahanan dan keamanan maritim yang mumpuni, sekaligus ditopang oleh teknologi maritim yang memadai. Kita di TNI AL sudah merumuskan itu,” tegasnya.

Sementara itu, mantan Deputy Chief of Mission KBRI Beijing, PLE Priatna menegaskan bahwa kebijakan luar negeri harus sinkron dengan strategi maritim yang dirumuskan pemerintah.

“Kebijakan luar negeri kita harus related dengan kebijakan maritim, termasuk pertahanan dan keamanan maritimnya. Sehingga dalam ekonomi maritim kita juga bisa bersaing di tengah dinamika global,” ucap Priatna.

Sedangkan pakar pelabuhan, ?Wahyono Bimarso menjelaskan kebijakan maritim yang dijalankan harus mengacu pada UU Pelayaran, di antaranya mengenai lingkup kepelabuhanan, kenavigasian, angkutan perairan hingga perlindungan lingkungan maritim.

“Kita sebagai negara kepulauan masih banyak tantangan dalam lingkup maritim. Ini yang harus kita lakukan agar kinerja logistik meningkat,” pungkas Wahyono.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya