Berita

Analis Politik Komunikasi Politik Hendri Satrio. (Foto: Istimewa)

Politik

Hensat soal Pilkada Lewat DPRD: Ketua Kelas Saja Dipilih Murid

RABU, 07 JANUARI 2026 | 14:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) dari dipilih langsung oleh rakyat menjadi dipilih melalui DPRD kembali menuai perdebatan di ruang publik. 

Analis komunikasi politik Hendri Satrio berharap agar hak rakyat memilih pemimpinnya tidak dicabut. Sebab pilkada langsung merupakan wujud nyata kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi. 

Menyerahkan pemilihan kepala daerah kepada DPRD justru berpotensi menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan politik yang menyangkut kepentingan mereka sendiri.


“Biarkanlah rakyat memilih pemimpinnya. Ketua kelas saja dipilih oleh warga kelas, bukan ditentukan wali kelas. Apalagi ini provinsi, kabupaten, atau kota,” kata Hensat, sapaan akrabnya, lewat akun X, Rabu, 7 Januari 2026.

Pilkada langsung tidak hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga menjadi sarana pendidikan politik bagi masyarakat. Dengan terlibat langsung, rakyat belajar menilai rekam jejak, visi, dan integritas calon kepala daerah.

Meskipun harus diakui pilkada langsung memang tidak luput dari berbagai persoalan. Mulai dari tingginya biaya politik, praktik politik uang, hingga konflik horizontal di tengah masyarakat. Walau begitu, solusi atas masalah tersebut bukan dengan menarik kembali hak pilih rakyat.

Di sisi lain, sejumlah politisi yang mendukung pilkada melalui DPRD memiliki argumen berbeda. Mereka menilai pilkada langsung justru menimbulkan beban anggaran yang sangat besar dan mendorong maraknya politik transaksional di tingkat akar rumput.

Pendukung pilkada DPRD juga berargumen bahwa pemilihan melalui wakil rakyat dapat meminimalisasi konflik horizontal di masyarakat, karena kontestasi tidak lagi berlangsung secara masif di tengah publik. Selain itu, mekanisme ini dianggap lebih efisien dan cepat dalam menghasilkan kepala daerah.

Perdebatan mengenai mekanisme pilkada ini pun diprediksi masih akan terus mengemuka.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya