Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Nilai Konflik Global Perkuat Urgensi Swasembada Pangan

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 15:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menilai konflik global yang terus bergejolak semakin menegaskan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi utama kedaulatan dan keselamatan bangsa. 

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan Taklimat Awal Tahun dalam Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari 2026.

Prabowo menegaskan bahwa sebuah bangsa tidak akan benar-benar merdeka jika tidak mampu menjamin kebutuhan pangan rakyatnya sendiri. 


“Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya dan awalnya adalah swasembada beras, karena beras adalah makanan pokok kita,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, dinamika konflik internasional saat ini membuktikan kebenaran strategi tersebut. Ia mencontohkan potensi risiko ketergantungan impor di tengah konflik antarnegara pemasok. 

"Sumber import beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam. Sekarang Thailand sama Kamboja perang terus. Salah satu sumber makanan kita juga dari India, India perang
sama Pakistan saudara-saudara," ujarnya.

Ia juga menyinggung pengalaman Indonesia saat pandemi Covid-19, ketika banyak negara menutup ekspor pangan.

“Waktu Covid, semua negara pengekspor makanan menutup. Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang, dan impor berarti devisa kita keluar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan bahwa target swasembada beras yang dicanangkan sejak awal pemerintahannya telah tercapai. 

“Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, Republik Indonesia secara resmi swasembada beras,” ungkap Prabowo.

Presiden juga menyampaikan kebanggaannya atas kondisi cadangan beras nasional lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

"Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya