Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pasar Asia: Terbelah antara Rekor Wall Street dan Gejolak Venezuela

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 09:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia dibuka bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa pagi 6 Januari 2026. Kondisi ini terjadi di tengah upaya pasar regional mengekor reli positif dari bursa Wall Street dan Eropa yang sebelumnya sukses mencetak rekor tertinggi.

Investor global saat ini sedang dalam mode waspada tinggi, memantau dampak eskalasi geopolitik menyusul operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro serta sasaran terhadap industri minyak negara tersebut.

Berikut adalah kondisi beberapa bursa utama di Asia pada pembukaan pagi ini:


Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix menjadi primadona. Nikkei 225 naik 0,51 persen ke level 52.094,89. Sementara itu, indeks Topix melonjak signifikan 1,48 persen, menyentuh level tertinggi sepanjang masa.

Di Australia, Indeks ASX 200 dibuka di zona merah, melemah 0,43 persen ke posisi 8.690,70.

Di Korea Selatan, indeks Kospi mengalami tekanan cukup dalam, merosot 0,95 persen ke level 4.415,20, meski indeks Kosdaq masih mampu menguat tipis 0,09 persen.

Di Indoesia, setelah mencetak sejarah dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) di level 8.859 pada penutupan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih memiliki tenaga untuk melanjutkan tren bullish.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di NYSE melonjak 1,30 persen ke level 19,04 Dolar AS, memberikan sentimen positif bagi pasar domestik.

Secara teknikal, pola kenaikan IHSG sudah terkonfirmasi sejak akhir pekan lalu. Analis memperkirakan tren penguatan masih akan berlanjut pasca-ATH.

Investor perlu waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) dan berlanjutnya aksi jual oleh investor asing yang dapat menahan laju penguatan indeks.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya