Berita

Aksi Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Toraja (Imaja) di depan Mabes Polri, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026. (Foto: Dokumentasi Imaja)

Politik

Dugaan Kasus Penghinaan Pandji Pragiwaksono ke Adat Toraja Jangan Mandek

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 06:40 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Toraja (Imaja) mendesak Bareskrim Polri agar memproses kasus dugaan penghinaan dan ujaran SARA yang dilakukan komedian Pandji Pragiwaksono. 

Koordinator Aksi Imaja, Muldiansah menilai pernyataan Pandji dalam acara Stand Up Comedy sekitar 13 tahun yang lalu sangat melecehkan dan merendahkan martabat dari masyarakat Toraja.

"Sama saja telah menghina adat istiadat daerah yang terlahir dalam rahim Negara Indonesia. Bahkan persoalan semacam ini berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa," kata Muldiansah dalam aksi di Mabes Polri pada Senin, 5 Januari 2026.


Itu sebabnya, Muldiansah mendorong Bareskrim Polri untuk segera memproses laporan tersebut.

"Meminta Bareskrim Polri memberikan perintah ke Polda Sulawesi Selatan agar mengusut dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Pandji terhadap adat budaya masyarakat Toraja. Minta maaf boleh, proses hukum pidana Pandji Pragiwaksono wajib tetap berlanjut. Tegakkan hukum terhadap Pandji pemecah belah bangsa," jelasnya.

Sementara itu, pihak Pandji Pragiwaksono pun merespons polemik yang tengah menimpanya tersebut lewat akun Instagram yang dikutip redaksi.

Pandji menyampaikan permintaan maaf resmi dan mengatakan dirinya menerima kritik.

Bahkan, Pandji juga mengakui sudah berkomunikasi dengan Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi guna memahami bahwa candaan yang dilontarkannya tidak peka terhadap Suku Toraja.

“Saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai,” kata Pandji.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya