Berita

Prof. Siti Zuhro. (Foto: rsitizuhro.com)

Politik

Siti Zuhro: Demokrasi Kita Tidak Substansial dan Cacat!

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 00:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kualitas demokrasi Indonesia pada satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka masih menghadapi persoalan serius. Demokrasi dinilai belum menyentuh aspek substantif dan masih berkutat pada prosedur semata.

Hal disampaikan peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Siti Zuhro dalam webinar bertajuk "Evaluasi Pemerintahan Prabowo Subianto 2025: Sosial, Politik, Ekonomi, dan Hukum" yang digelar secara daring, Senin, 5 Januari 2026.

Menurut Siti, pembangunan demokrasi seharusnya tidak hanya berhenti pada pelaksanaan pemilu, tetapi juga menyentuh ranah pemberdayaan masyarakat secara nyata, terutama di akar rumput.


“Demokrasi kita juga tidak substansial. Demokrasi kita masih di prosedural gitu. Bahkan dikatakan bahwa demokrasi kita ini cacat gitu,” ujar Siti.

“Bagaimana membuat masyarakat berdaya, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Ketika pemilu, masyarakat tidak hanya dijejali vote buying, tapi masyarakat betul-betul mampu menggunakan hak politiknya itu dengan tanpa rasa katakan terpaksa atau tidak paham,” tambahnya.

Ia menyebut bahwa sistem one man, one vote dalam Pilpres dan Pilkada langsung mensyaratkan hadirnya pemilih cerdas (smart voters). Karena itu, pembangunan harus benar-benar dirasakan di level desa, kabupaten, dan kota sebagai wilayah yang langsung bersentuhan dengan warga.

“Peningkatan kesejahteraan masyarakat di level mulai desa, kabupaten, kota itu terasakan. Eksis gitu. Kalau provinsi kan tidak punya penduduk sebetulnya, karena yang punya penduduk itu adalah kabupaten dan kota gitu. Maka kalau kita bisa mendapatkan hasil dari peningkatan kesejahteraan tadi itu sangat bagus,” jelasnya.

Di sisi lain, Siti juga menyoroti penurunan Indeks Demokrasi Indonesia. Meski hasil indeks tahun 2025 belum dirilis hingga 2026, data tahun 2024 yang dinilai pada 2025 menunjukkan tren mengkhawatirkan.

“Hasilnya tentu tidak menggembirakan, karena memang pemilunya penuh hiruk pikuk gitu ya. Penuh kontroversi dan sebagainya, dan tuntutan masyarakat luar biasa gitu ya,” tegas dia.

Atas dasar itu, Siti menyebut demokrasi Indonesia saat ini masih bersifat prosedural dan belum substantif. 

Lanjut dia, capaian indeks demokrasi Indonesia yang sebelumnya sempat menyentuh angka 7, pada penilaian 2024 turun menjadi 6,44. 

“Berarti turun,” sesalnya. 

Penurunan tersebut, masih kata Siti, terlihat dari sejumlah indikator penting seperti kebebasan berserikat, berekspresi, berkumpul, dan berpendapat, termasuk kesetaraan gender serta partisipasi masyarakat.

“Karena partisipasi yang bisa dinilai itu ternyata sebagian itu semu gitu,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya