Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Tekanan Politik Hingga Pasar Bayangi Pemerintahan Prabowo

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 23:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto disebut menghadapi tantangan berat sejak awal masa jabatan.

Jurnalis senior Hersubeno Arief menilai gejolak tersebut muncul baik dari sisi politik maupun ekonomi.  

"Pemerintahnya Presiden Prabowo sejak awal masa jabatan sudah dihadapkan pada tekanan politik sangat tinggi, fragmentasi koalisi, kegelisahan pasar, serta kritik terutama dari ruang digital yang pengaruhnya kian menentukan," kata Hersubeno dalam YouTube Hersubeno Point pada Senin, 5 Januari 2026. 


Ia menegaskan dalam kondisi tersebut, target pertumbuhan ekonomi 8 persen hampir mustahil tercapai.

“Kalau Pak Prabowo menargetkan 8 persen, itu dipastikan tidak mungkin. Sekarang yang 6 persen saja sudah sangat berat,” ujar Hersubeno.

Pasalnya, hampir seluruh lembaga ekonomi baik internasional maupun domestik memproyeksikan pertumbuhan Indonesia berada di bawah 6 persen, bahkan berpotensi di bawah 5 persen.

“Hampir semua proyeksi lembaga kredibel menempatkan Indonesia pada satu kesimpulan besar: ekonominya memang masih stabil, tetapi ruang akselerasinya sempit,” tandasnya.

Untuk diketahui, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi ekonomi RI di kisaran 5,1 tahun ini, sementara Bank Dunia di kisaran 4,8-5 persen, dan Asian Development Bank (ADB) di 5 persen. Sementara LPEM UI di angka 4,9-5 persen dan INDEF memperkirakan sekitar 5 persen.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya