Berita

Dave Laksono. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Dunia

DPR Tekankan Perlindungan WNI di Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 14:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR menyoroti serius perkembangan situasi di Venezuela pascapenangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS). Pemerintah diminta memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara berjuluk The land of Grace itu.

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menekankan dinamika politik dan keamanan di Venezuela bergerak cepat dan penuh ketidakpastian. Dalam kondisi demikian negara tidak boleh abai terhadap keselamatan warganya.

"Langkah pertama dan paling penting adalah memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di sana. Perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama negara," tegas Dave kepada wartawan, Senin, 5 Januari 2026.


Komisi I DPR juga mendorong Kementerian Luar Negeri untuk memantau perkembangan secara intensif, memperkuat koordinasi dengan perwakilan RI di Caracas, serta menyiapkan skenario darurat apabila situasi keamanan memburuk.

Menurut Dave, langkah diplomasi Indonesia harus dilakukan secara tenang namun tetap sigap, dengan berpegang pada prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara lain.

“Diplomasi yang tenang namun sigap perlu dijalankan agar setiap langkah yang diambil tetap sejalan dengan prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara,” ujarnya.

Terkait kemungkinan pemulangan WNI, Dave menegaskan opsi tersebut harus disiapkan sejak dini sebagai langkah antisipatif, meski realisasinya tetap menunggu perkembangan situasi di lapangan.

“Kita tidak boleh gegabah, tetapi juga tidak boleh lengah. Kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta komunikasi dengan WNI harus disusun agar pemerintah bisa bergerak cepat jika kondisi mendesak,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya