Berita

Presiden Donald Trump - President Nicolas Maduro. (Foto: AP/Evan Vucci (kiri), Matias Delacroix (kanan)

Dunia

Aksi Premanisme Donald Trump Merusak Tatanan Hukum Internasional

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 09:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Serangan terbatas yang dilancarkan Amerika Serikat ke Venezuela hingga berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya menuai kecaman dari berbagai pihak. 

Washington mengklaim operasi tersebut bukan tindakan perang, melainkan bagian dari penegakan hukum terhadap pemimpin jaringan narkotika internasional. Namun klaim tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional. 

Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera, menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang boleh dikecualikan dari perlindungan hukum internasional, sekecil atau selemah apa pun negara tersebut.


“Tidak kira sekecil atau selemah apapun negara anggota PBB perlu semua dilindungi dengan hukum internasional,” ujar Mardani, lewat akun X miliknya, Senin, 5 Januari 2026.

Menurutnya, serangan Amerika Serikat ke Venezuela justru menjadi preseden buruk yang secara terang-terangan menentang dan melemahkan tatanan hukum internasional yang selama ini menjadi fondasi hubungan antarnegara.

“Serangan USA ke Venezuela menentang dan memecahkan tatanan hukum internasional,” tegasnya.

Mardani juga mengingatkan bahwa tindakan sepihak semacam itu sangat berbahaya di tengah situasi geopolitik global yang sedang bergejolak. Ia menilai, pendekatan koersif dan penggunaan kekuatan militer dengan dalih penegakan hukum hanya akan memperparah instabilitas dunia.

“Di tengah gejolak geopolitik, tindakan premanisme Donald Trump sangat merusak harmoni yang mesti dibangun karena planet kita menghadapi banyak masalah,” tandasnya.

Menurut Mardani, dunia justru membutuhkan kerja sama internasional, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penguatan hukum internasional untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik hingga krisis kemanusiaan dan lingkungan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya