Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

Situbondo Siap jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 03:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kabupaten Situbondo menyatakan kesiapan penuh apabila ditunjuk sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Kesiapan itu ditegaskan langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Prayogo saat mengikuti kegiatan Napak Tilas Sejarah NU bersama Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Asembagus, KH Ahmad Azaim Ibrahimy.

Mas Rio, sapaan akrab Bupati Situbondo, menyampaikan bahwa Situbondo memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan lahirnya NU. Salah satunya melalui peran besar KH As’ad Syamsul Arifin, ulama asal Situbondo yang juga telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Napak tilas ini adalah kegiatan yang diinisiasi oleh KH Ahmad Azaim Ibrahimy, cucu dari Kiai As’ad Syamsul Arifin. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi mengingatkan kita pada sejarah penting berdirinya NU,” kata Mas Rio usai berziarah ke Makam Sunan Ampel, Surabaya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu, 4 Januari 2026.


Mas Rio menambahkan, dalam sejarahnya, KH As’ad Syamsul Arifin mendapat amanah dari gurunya, Syaikhona Kholil Bangkalan untuk menyampaikan tongkat dan tasbih kepada KH Hasyim Asy’ari. Amanah tersebut kemudian dimaknai sebagai isyarat berdirinya jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Peristiwa itu menjadi bagian penting dari sejarah NU. Maka kegiatan napak tilas ini sangat relevan," tambahnya.

Pada kesempatan itu berharap dinamika yang tengah terjadi di internal PBNU dapat segera terselesaikan dengan baik. Sehingga, Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung lancar dan membawa kemaslahatan bagi umat.

Mas Rio lantas menyebut bahwa Situbondo siap jika diberi amanah untuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama para kiai dan pesantren siap memberikan dukungan penuh.

“Kami sangat siap. Situbondo punya pengalaman menjadi tuan rumah Muktamar NU tahun 1984. Saat itu juga ada dinamika internal organisasi, dan situasinya mirip dengan sekarang. Justru Situbondo bisa menjadi tempat yang lebih tenang,” jelas dia.

Terkait keamanan dan kenyamanan pelaksanaan muktamar, Mas Rio memastikan seluruh aspek telah dipersiapkan. Ia bahkan menyebut adanya inisiatif dari kalangan kiai dan pesantren untuk ikut menanggung kebutuhan akomodasi peserta.

“Soal keamanan, insya Allah kita sangat siap. Saya sudah bicara dengan beberapa kiai. Bahkan ada inisiatif agar penampungan peserta ditanggung oleh pondok pesantren. Ini bentuk kesiapan dan khidmat Situbondo untuk NU,” tegasnya.

Sebagai informasi, Napak Tilas tersebut sejarah NU ini dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sunan Ampel di Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dan historis menjelang rencana besar Muktamar NU.


Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya