Berita

Presiden Donald Trump - Presiden Nicolas Maduro. (Foto: AP/Evan Vucci (kiri), Matias Delacroix (kanan))

Dunia

AS Trump dan Venezuela Maduro: Ritual Petrodollar

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 19:13 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

SEJAK 1971 ditandai dengan berkuasanya rezim petro dollar sistem, sebuah rezim pembuat uang kertas modal tinta dan kertas, sejak saat itu minyak dunia telah masuk perangkap nyamuk. Minyak hangus dimakan seluruhnya oleh rezim pertro dolar yang kemudian digunakan untuk membuat uang kertas. Seluruh dunia dipaksa kerja keras untuk memproduksi, menjual dan mengkonsumsi minyak, sementara The Federal Reserve tinggal membuat uang yang banyak. 

Sejak saat itu semua negara terpaksa harus menggunakan dollar dalam melakukan jual beli minyak. Dollar ini adalah mata uang resmi Amerika Serikat (AS). Sehari hari dollar AS disebut dengan United State Dollar (USD). Uang ini bukan milik bangsa atau negara AS. Uang ini dikuasai semua sistemnya oleh sebuah lembaga swasta yang independen yang bernama The Federal Reserve atau disebut The Fed. Lembaga ini bukan merupakan bagian dari pemerintah AS dan lembaga ini tidak punya reserve emas. 

Negara negara yang memproduksi minyak besar seperti Arab Saudi, negara Arab lainnya, Indonesia, Venezuela, Rusia, Negara Afrika dan juga Amerika Serikat harus menggunakan dolar dalam seluruh rantai suplai investasi, industri dan perdagangan minyak. Negara negara semua ikut sistem ini. Negara yang tidak mau ikut maka sudah pasti diajak perang, bisa menggunakan tentara Amerika Serikat juga bisa tentara bayaran. Perang adalah jalan untuk naik dan terus berkuasa. Kekuasan ini ditargetkan sampai ke level dewa. 


Maka jadilah dollar sebagai mata uang dunia atau world currency dan menjadi alat tukar global. Masih untung Indonesia memiliki UU yang mewajibkan menggunakan mata uang Rupiah dalam transaksi di dalam negeri. Kalau tidak maka mata uang rupiah saat ini sudah menjadi sampah kertas. Sebagai mata uang dunia dan alat tukar internasional dollar terus diprinting, sangat banyak, tanpa ada yang dapat mengendalikan atau menghentikan. Dolar dolar printing inilah yang dijadikan sebagai utang bagi seluruh dunia, bagi semua negara mulai dari Amerika Serikat sendiri sampai negara paling kere sekalipun. Individu dan negara menumpuk kekayaan mereka dalam dollar pada satu sisi dan juga menimbun utang mereka dalam dollar pada sisi lain. 

Alhasil petro dolar sistem menjadi sistem keuangan global dan seterusnya menjadi sistem ekonomi global saat ini. Rumus dasarnya adalah sepanjang dunia masih bergantung pada minyak maka dollar berkuasa, sepanjang orang bergantung pada dollar maka the Federal Reserve berkuasa. Berkuasa atas segalanya ekonomi dunia. Raksasa the fed kalau bahasa orang timur "seng ada lawan" A kata the fed maka A lah kata dunia. Kebijakan yang sangat tolol sekalipun yang diambil oleh The Fed maka dunia akan mengikutinya. 

Namun sekarang ada yang sedikit aneh. The Fed dianggap sudah tua, kadang kadang dianggap pikun oleh banyak komunitas dunia yang bergerak naik ke permukaan maupun yang masih di bawah tanah. Lembaga ini sudah dianggap tidak kredibel lagi untuk urus minyak, urus uang, termasuk untuk mengurus ekonomi dunia. Mengingat urusan ini sudah terlalu besar. Ditambah lagi perkembangan dunia lain, yang seperlunya sudah sulit diintegraikan dalam sistem the fed yang terlalu sederhana. Prilaku manusia termasuk perilaku ekonominya sudah semakin canggih dan beragam. _Sebagai contoh The Fed tidak mungkin dapat memahami mengapa ada transaksi batu akik sampai ratusan triliun setahun di Indonesia baik di pasar resmi maupun di bawah tanah. Jangankan di sistemkan, dipajaki, atau dicatatkan dalam neraca perdagangan, itu batu akik tidak akan bisa. Mengingat selain barang dagangan batu akik adalah juga menyangkut kesaktian._

Robohnya daya magis atau daya mistik the fed ditandai dengan munculnya keresahan the Fed atas meningkatnya permintaan atas mata uang cripto. Bukan hanya sebagai alat transaksi domestik semata tapi cripto menjadi alat transaksi internasional atau alat tukar global. Dengan gugup The Fed menggelar pertemuan rahasia dengan seluruh elitenya untuk membuat tandingan cripto curency. Setelah itu dikirim surat instruksi ke seluruh bank central dunia antek-antek the fed agar segera membuat dollar digital sebagai alat tukar global untuk menandingi cripto. Wah ini sangatlah aneh. Penguasa dunia tengah terancam oleh anak anak muda bawah tanah yang bergerak dengan kecerdasan baru. Sangat aneh bin ajaib raksasa terancam dan terpaksa harus bertahan dari serangan bocah bocah cilik. Tapi mana mungkin kata anak anak muda bagaimana cara bertanding dengan orang orang tua di the Fed yang sudah pikun? 

Walaupun menurut saya the fed belum pikun tapi dia mengalami semacam sindrom kehilangan kekuatan, lalu mengenang masa lalu secara berulang ulang dan mencoba mengulang ulang perilaku masa lalu. Supremasi ini awalnya berasal dari perang yakni perang Arab Israel. Namun perang ini sudah terlalu membosankan namun ternyata tidak menghasilkan dampak peningkatan level kesaktian the fed. Berbeda dengan cripto yang dengan cepat bergerak ke level kesaktian tingkat dewa. Sindrom kejayaan masa lalu yang dapat dibangun dengan perang tampaknya menjadi sebab mengapa perang-perang sekarang ini kehilangan alasan dan legitimasi. Perang yang dilihat sebagai pekerjaan orang gila dan maniak.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya