Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri Cilio Flores (Foto: AFP)

Dunia

Tiongkok Desak AS Segera Bebaskan Maduro dan Istri

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 18:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Tiongkok menyatakan keprihatinan serius atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat. 

Beijing mendesak Washington untuk segera membebaskan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta menjamin keselamatan mereka setelah dibawa secara paksa ke New York.

"China menyerukan kepada AS untuk menjamin keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, segera membebaskan mereka, dan menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela," bunyi pernyataan Kemlu Tiongkok, dikutip dari China South Morning Post, Minggu, 4 Januari 2026. 


Lebih lanjut Kemlu Tiongkok menilai operasi militer AS tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip dasar hubungan antarnegara. 

“Tindakan Amerika Serikat jelas melanggar hukum internasional, norma dasar hubungan internasional, serta tujuan dan prinsip Piagam PBB,” tambahnya.

Penangkapan Maduro terjadi setelah AS melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan bahwa AS akan menjalankan Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan yang disebutnya aman dan tepat, pernyataan yang langsung menuai kecaman dari Beijing.

Tak lama setelah operasi tersebut, Tiongkok menyebut tindakan AS sebagai perilaku hegemonik yang mengancam kedaulatan Venezuela serta stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia.

“Tiongkok sangat terkejut dan dengan tegas mengutuk penggunaan kekuatan secara terang-terangan terhadap negara berdaulat,” ujar Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak sangat besar dan Tiongkok merupakan pembeli minyak terbesar negara tersebut. 

Karena itu, Beijing menilai krisis ini tidak hanya menyangkut Venezuela, tetapi juga menyangkut masa depan tatanan internasional dan keamanan global.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya