Berita

Pakar Independen PBB Alfred de Zayas (Foto: UN)

Dunia

Pakar PBB Ungkap Motif Sumber Daya di Balik Upaya AS Jatuhkan Maduro

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 14:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Januari 2026, menegaskan eskalasi serius konfrontasi Washington terhadap Caracas. 

Langkah tersebut dipandang sebagai puncak dari upaya sistematis AS untuk menumbangkan kepemimpinan negara Amerika Latin yang dikenal memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Dalam beberapa minggu sebelumnya, AS telah lebih dahulu meningkatkan tekanan dengan mencegat dan menyita sejumlah kapal pengangkut minyak di sekitar perairan Venezuela. 


Rentetan tindakan tersebut kini berujung pada aksi langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni operasi penyerangan ke wilayah Venezuela dan penahanan Maduro.

Pakar Independen PBB Alfred de Zayas, menilai bahwa motif utama di balik agresivitas Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, tidak terlepas dari kepentingan ekonomi dan penguasaan sumber daya alam strategis Venezuela.

Negara itu memiliki kekayaan alam paling melimpah di dunia, mencakup minyak bumi, emas, hingga litium yang sangat dibutuhkan dalam industri energi dan teknologi global.

“Jika industri minyak diprivatisasi, dan bukan hanya minyak, Venezuela sangat kaya akan emas, litium, dan semua sumber mineral yang kita butuhkan. Namun, alih-alih membelinya secara adil, kita ingin mendapatkannya dengan murah,” ujar de Zayas dalam sebuah wawancara di bulan Desember 2025, yang dikutip redaksi pada Minggu, 4 Januari 2026.

Ia menegaskan, pola tekanan hingga intervensi tersebut mencerminkan praktik lama kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang kerap mencampuri urusan dalam negeri negara berdaulat demi keuntungan ekonomi dan dominasi geopolitik.

“Jadi, pilihannya hanya dua: kita ingin mencurinya, atau kita ingin menggulingkan pemerintahnya,” kata de Zayas.

Untuk memperkuat argumennya, de Zayas merujuk pada buku Overthrow karya Profesor Stephen Kinzer, yang mendokumentasikan sejarah panjang keterlibatan Amerika Serikat dalam penggulingan pemerintahan asing selama lebih dari satu abad.

“Jika Anda membaca buku Overthrow, Anda akan melihat semua pemerintahan yang telah digulingkan Amerika Serikat sejak Hawaii, sepanjang abad ke-20 hingga abad ke-21,” ujarnya.

Meski demikian, de Zayas menilai bahwa upaya menggulingkan Presiden Maduro tidak akan berjalan mudah. Berdasarkan pengalamannya berada langsung di Venezuela, ia mengklaim adanya sentimen anti-Amerika yang sangat kuat di tengah masyarakat.

Ia memperingatkan bahwa setiap bentuk intervensi militer AS justru berisiko menyeret kawasan tersebut ke dalam konflik bersenjata jangka panjang yang jauh lebih destruktif dibandingkan perang-perang besar sebelumnya.

“Tentara Amerika tidak akan disambut dengan bunga. Mereka akan dilawan. Orang Venezuela dan Kolombia sangat berpengalaman dalam perang gerilya,” tegas de Zayas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya