Berita

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (tengah berbicara) bersama jajaran pengurus DPP. (Foto: RMOL)

Politik

Golkar Paling Rajin Membelot, Koalisi Permanen Cuma Jargon

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 11:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wacana Partai Golkar soal pembentukan koalisi permanen dinilai hanya akan berakhir sebagai jargon politik. Pasalnya, sejarah mencatat partai berlambang pohon beringin justru kerap menjadi pihak yang paling tidak konsisten menjaga komitmen koalisi.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menegaskan bahwa watak politik Golkar sejak era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sarat dengan inkonsistensi dan kecenderungan membelot dari barisan pendukung pemerintah.

“Golkar bicara koalisi permanen tapi justru Golkar sendiri yang selama ini membuat koalisi rapuh. Kalau kita belajar dari sejarah politik era reformasi polanya selalu berulang,” kata Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 4 Januari 2026.


Menurutnya, gagasan koalisi permanen sulit diwujudkan tanpa fondasi platform bersama yang kuat dan komitmen jangka panjang lintas kepemimpinan partai.

“Gagasan ini lebih terlihat sebagai wacana strategis ketimbang realitas politik yang benar-benar bisa dijalankan dalam waktu dekat. Contoh konkretnya sangat banyak,” ujarnya.

Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu mencontohkan, Golkar berkali-kali tercatat keluar barisan atau mengubah sikap politik setelah pemilu meski sebelumnya menjadi bagian dari koalisi pemerintahan.

“Jika ditelusuri sejarah pascapilpres, partai yang paling sering tidak konsisten dalam koalisi adalah Golkar. Itu terjadi sejak era SBY, berlanjut di era Jokowi, dan sangat mungkin terulang di era Prabowo nanti,” pungkas Efriza.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya