Berita

Ilustrasi Bilik Suara. (Foto: RMOL)

Politik

Pilkada Langsung Menguntungkan Segelintir Profesi

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 10:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie, menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah, baik secara langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD, sama-sama tidak melanggar konstitusi.

“Keduanya konstitusional. Pemilihan langsung oleh rakyat atau rakyat memilih anggota DPRD lalu DPRD mewakili rakyat memilih kepala daerah, keduanya tidak melanggar konstitusi,” ujar Marzuki Alie, lewat akun X miliknya, dikutip Minggu, 4 Januari 2025.

Ia juga menilai kedua mekanisme tersebut sama-sama demokratis. Adapun persoalan yang diributkan, menurutnya, hanyalah masalah untung rugi dari berbagai profesi yang terlibat.


Marzuki menjelaskan, dalam pilkada langsung terdapat banyak pihak yang diuntungkan, mulai dari konsultan politik hingga lembaga survei. Selain itu, Marzuki juga menyoroti peran partai politik dalam pilkada langsung. 

“Partai politik punya kesempatan mengumpulkan pundi-pundi lewat mahar politik,” sindirnya.

Ia juga mengkritik penyelenggara pemilu, di mana banyak masalah dalam pelaksanaannya, baik dalam pengelolaan anggaran maupun ketidakadilan penyelenggaraan. 

"Panwas yang tutup mata atas kecurangan,” kata Marzuki.

Tak hanya itu, pilkada langsung menurutnya memunculkan biaya politik yang sangat besar, melibatkan usaha percetakan, relawan, hingga sengketa hukum di Mahkamah Konstitusi. 

“Setelah ada keputusan pemenang, pihak yang kalah dipastikan akan menggugat, akan ada job bagi Pengacara, yang mewakili yang kalah dan menang untuk berperkara di MK. Mayoritas yang kalah tidak mau menerima hasil pemilukada,” ujarnya.

Dengan biaya politik yang tinggi, Marzuki meragukan lahirnya kepala daerah yang jujur dan amanah. Ia menilai rakyat tidak mendapatkan manfaat nyata dari pilkada langsung. 

"Kalau saya disuruh memilih, saya akan memilih untuk kembali ke DPRD, kita tingkatkan kualitas masyarakat kita, baik dari sisi pendidikan maupun kesejahteraan," ungkapnya.
 
"Bukan tidak mungkin ada saatnya nanti kita kembali kepada sistem seperti sekarang ini yaitu dilakukan secara langsung, dimana rakyatnya sudah pintar dan sejahtera, sehingga demokrasi yang berkualitas sdh bisa ditegakkan, daripada memaksakan pemilihan secara langsung pada saat ini seperti menegakkan benang basah," demikian Marzuki Alie.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya