Berita

Presiden Donald Trump - Presiden Nicolas Maduro. (Foto: AP/Evan Vucci (kiri), Matias Delacroix (kanan))

Dunia

Invasi AS ke Venezuela Pertanda Hukum Rimba Kuasai Dunia

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 00:38 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Invasi militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela menuai kritik keras. Tindakan Paman Sam dinilai menandai runtuhnya supremasi hukum internasional dan digantikannya tatanan global oleh hukum rimba.

"Invasi militer dan penangkapan atau penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh Amerika Serikat menandakan bahwa hukum rimba telah menggantikan hukum internasional," kata mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal dikutip dari akun X miliknya, Minggu, 5 Januari 2026.

Dino menilai negara-negara kuat kini merasa memiliki legitimasi untuk bertindak semaunya terhadap negara lain tanpa mengindahkan prinsip kedaulatan dan hukum internasional.


"Negara yang kuat merasa berhak melakukan aksi semau gue terhadap negara lain. Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order," tegasnya.

Lebih jauh, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu mempertanyakan sikap komunitas internasional terhadap eskalasi serius tersebut. Ia secara khusus menyoroti peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), negara-negara G7, serta kawasan Amerika Latin.

"Bagaimana sikap DK PBB? Sikap G7? Bagaimana sikap Amerika Latin?" tanya Dino.

Tak hanya itu, Dino juga menekankan pentingnya sikap Indonesia dalam merespons perkembangan global yang dinilainya semakin berbahaya dan tidak menentu.

"Bagaimana sikap Indonesia? Ini ujian bagi politik luar negeri bebas aktif yang berlandaskan pada prinsip," pungkasnya.

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke negara tersebut dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pernyataan disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social.

"Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut," tulis Trump.

Menurut laporan Reuters, Trump menyebut Maduro telah dibawa keluar dari Venezuela. Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Venezuela terkait klaim tersebut. Namun ledakan dilaporkan mengguncang Caracas dan sejumlah wilayah lain di Venezuela memperkuat spekulasi adanya operasi militer skala besar.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya