Berita

Dunia

Agresi AS di Venezuela Melukai Amerika Latin dan Dunia

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 00:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ketua Pemuda Non Blok Venezuela, Juan Pablo Tumbajoy, menyampaikan pesan keprihatinan mendalam atas agresi militer Amerika Serikat ke Kota Caracas, Venezuela.

Pesan keprihatinan disampaikan langsung kepada Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang juga Presiden Chairman Indonesia National Youth Council (NYC Indonesia) Tantan Taufiq Lubis.

"Amerika sudah melakukan agresi militer ke Kota Caracas. Hari ini adalah hari yang menyakitkan bagi Amerika Latin dan gerakan pemuda yang percaya pada perdamaian," ujar Juan Pablo, dalam pesannya.


Ia menegaskan bahwa beberapa jam sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan tindakan militer terhadap Venezuela. Menurutnya serangan tidak hanya berdampak pada Venezuela tetapi juga mengguncang stabilitas global dan memperparah ketegangan internasional. 

"Peristiwa ini tidak hanya mengguncang Venezuela namun juga dunia, menjadikan hal ini menjadi keprihatinan mendalam bagi komunitas internasional," kata Juan Pablo lagi, dalam pesannya.

Tantan Taufiq Lubis menilai tindakan militer Amerika Serikat telah melanggar prinsip-prinsip fundamental hukum internasional.

"Dari sudut pandang politik dan diplomatik, tindakan ini melanggar Hukum Humaniter Internasional, bertentangan dengan Piagam Universal Hak Asasi Manusia, serta melemahkan kerangka perdamaian regional yang selama ini didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa," tegasnya kepada , Sabtu malam, 3 Januari 2025.

Menurut Tantan yang juga chairperson Non Aligned Movement Youth Organization (NAMYO), agresi tersebut juga mencerminkan pola lama kebijakan Amerika Serikat yang kerap melakukan intervensi dan pergantian pemerintahan di negara lain tanpa mekanisme demokratis.

"Tindakan militer untuk mengganti pemerintahan sah dengan tokoh pro-Amerika sudah menjadi pola, seperti yang pernah terjadi pada kasus Presiden Panama Manuel Noriega pada 1988. Ini jelas melanggar prinsip kedaulatan negara dan non-intervensi,” kata Wakil Rektor Universitas Jakarta ini.

Atas dasar itu, DPP KNPI bersama NYC Indonesia mengajak organisasi-organisasi pemuda internasional untuk bersuara membela keselamatan warga sipil, menegaskan kedaulatan negara, serta menjunjung tinggi perdamaian sebagai prinsip politik yang tidak dapat ditawar.

“Ini bukan pesan untuk menentang suatu negara, melainkan seruan bagi kemanusiaan, martabat, dan perdamaian dunia,” pungkas Tantan.

Ia juga menegaskan solidaritas penuh pemuda Indonesia kepada rakyat dan pemuda Venezuela, serta dukungan terhadap kepemimpinan Bolivarian dalam menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan negara.

“Kami mendesak semua pihak untuk menyelesaikan konflik melalui dialog dan mediasi, bukan kekerasan,” tegasnya.

Lebih jauh, Tantan menekankan bahwa segala bentuk agresi dan penjajahan bertentangan dengan nilai perikemanusiaan dan perikeadilan yang dianut bangsa Indonesia.

“Konstitusi Indonesia dengan tegas menolak kolonialisme dan mengamanahkan bangsa ini untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia, sebagaimana spirit Dasa Sila Bandung 1955,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke negara tersebut dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pernyataan disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social.

"Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut," tulis Trump.

Menurut laporan Reuters, Trump menyebut Maduro telah dibawa keluar dari Venezuela. Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Venezuela terkait klaim tersebut. Namun ledakan dilaporkan mengguncang Caracas dan sejumlah wilayah lain di Venezuela memperkuat spekulasi adanya operasi militer skala besar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya