Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto: Sky News)

Dunia

Venezuela Kecam Keras Serangan Militer AS, Maduro Umumkan Darurat Nasional

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 19:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Republik Bolivarian Venezuela secara tegas menolak dan mengecam agresi militer Amerika Serikat (AS) yang disebut menyasar wilayah sipil dan militer di Caracas serta sejumlah negara bagian, termasuk Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Dalam pernyataan resminya kepada komunitas internasional, pemerintah Venezuela menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa, khususnya Pasal 1 dan 2 yang menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan negara, kesetaraan hukum, serta larangan penggunaan kekerasan.

Venezuela menilai tindakan Washington tidak hanya mengancam kedaulatan nasional, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia serta membahayakan jutaan warga sipil.


Pemerintah Venezuela menuding tujuan utama agresi tersebut adalah upaya merebut sumber daya strategis negara.

"Tujuan serangan ini tidak lain adalah untuk merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineralnya, dalam upaya untuk secara paksa menghancurkan kemerdekaan politik negara tersebut. Mereka tidak akan berhasil," tegas pernyataan tersebut pada Sabtu, 3 Januari 2025.

"Setelah lebih dari 200 tahun merdeka, rakyat dan pemerintah akan tetap teguh dalam mempertahankan kedaulatan mereka dan hak mereka yang tak dapat dicabut untuk menentukan nasib mereka sendiri," imbuhnya.

Venezuela juga menolak keras apa yang disebut sebagai upaya memaksakan “perang kolonial” dengan menggandeng oligarki fasis untuk menggulingkan pemerintahan republik, yang diyakini akan gagal sebagaimana upaya-upaya sebelumnya.

Pemerintah Bolivarian menyerukan mobilisasi nasional dan meminta seluruh kekuatan sosial serta politik untuk bersatu menghadapi agresi tersebut. Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian dikerahkan bersama rakyat dan aparat keamanan untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian nasional.

Di jalur diplomatik, Venezuela memastikan akan membawa permasalahan ini ke Dewan Keamanan PBB, Sekretaris Jenderal PBB, CELAC, serta Gerakan Non-Blok, guna menuntut kecaman internasional dan pertanggungjawaban Amerika Serikat.

Presiden Nicolás Maduro juga telah memerintahkan pelaksanaan seluruh rencana pertahanan nasional dan menandatangani dekrit keadaan darurat eksternal di seluruh wilayah Venezuela, sesuai dengan konstitusi dan undang-undang yang berlaku.

Selain itu, pengerahan Komando Pertahanan Komprehensif Negara dilakukan di seluruh negara bagian dan kotamadya. Venezuela menegaskan haknya untuk melakukan pembelaan diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB.

Pemerintah Caracas pun menyerukan solidaritas aktif dari negara-negara Amerika Latin, Karibia, dan komunitas internasional untuk menolak agresi yang mereka sebut sebagai tindakan imperialis.

Presiden AS Donald Trump sendiri mengklaim telah menangkap Maduro dalam sebuah operasi yang melibatkan penegak hukum AS. Ia juga mengklaim istri Maduro, Cilia Flores, ikut ditangkap dan keduanya “diterbangkan keluar negeri”, meski tidak dijelaskan ke mana mereka dibawa.

“Operasi ini dilakukan bersamaan dengan penegak hukum AS,” tulis Trump dalam Truth Social.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya