Berita

Ilustrasi (Dokumentasi RMOL)

Politik

Pilkada Dipilih DPRD akan Sulit Terwujud karena Kepentingan Parpol Berbeda

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 13:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD dinilai sulit direalisasikan karena perbedaan kepentingan di antara partai politik.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai perbedaan kepentingan tersebut membuat tidak semua partai politik termasuk yang saat ini berada dalam koalisi pemerintahan, memiliki sikap yang sama terhadap wacana Pilkada melalui DPRD.

“Setiap partai punya kepentingan berbeda. Karena itu, tidak semua partai yang berada di koalisi pemerintah saat ini sepakat terhadap wacana tersebut,” ujarnya kepada RMOL, Sabtu, 3 Januari 2026.


Jamiluddin menambahkan, sikap partai politik terhadap isu ini sangat mungkin berubah sewaktu-waktu. Bahkan, partai yang saat ini terlihat sepakat pun ke depan dapat mengambil posisi yang berbeda.

“Bahkan partai yang saat ini tampak sepakat Pilkada melalui DPRD, bisa saja ke depan akan berubah. Sebab, kepentingan politik itu sangat dinamis, yang bahkan dapat berubah dalam hitungan menit,” katanya.

Atas dasar itu, Jamiluddin menilai selama partai politik tidak memiliki kepentingan politik yang sama dalam jangka panjang, pembentukan koalisi permanen akan sulit terwujud.

“Kalaupun terbentuk, namanya saja yang permanen, tetapi sesungguhnya tidak permanen. Sebab, koalisi yang terbentuk hanya berlangsung dalam jangka waktu singkat, sesuai perubahan kepentingan politik setiap partai,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya