Berita

Cuplikan video klip 'Republik Fufufafa'. (Foto: YouTube Musik Slank)

Politik

Mantan Pendukung Jokowi Ingatkan Bahaya Laten Republik Fufufafa 2029

SABTU, 03 JANUARI 2026 | 05:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Lirik lagu Republik Fufufafa yang dirilis grup band Slank menggambarkan kondisi nyata keadaan negara Indonesia saat ini.

Hal itu diungkapkan Waketum Projo periode 2014-2019 Budianto Tarigan saat podcast Madilog bersama Margi Syarif dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat malam, 2 Januari 2026.

Awalnya Margi Syarif selaku host menanyakan kepada Budi apakah Republik Fufufafa yang berangkat dari lagu Slank akan membahayakan pemerintahan Prabowo Subianto.


Dengan nada tegas, Budi pun menjawab bahwa Republik Fufufafa masih memegang kendali dari pemerintahan sekarang.

“Namanya juga Republik Fufufafa, kuat lah. Mereka juga ngitung kekuatan dan mereka masih memegang kendali, menurut saya.Jangan marah yang lain. Kendali politik, hukum, ekonomi, mereka masih mengendalikan,” ujar Budi.

Ia mencontohkan proyek Whoosh yang meninggalkan beban ratusan triliun rupiah, lantas Prabowo langsung pasang badan untuk bertanggung jawab.

“Itu contoh kecil, tapi sampai kapan (begini terus),” tegasnya.
 
Sebagai bekas penyembah Jokowi yang bertobat, Budi mengingatkan kepada pemerintahan Prabowo dan rakyat untuk berhati-hati, terutama dalam menyongsong Pemilu 2029.

“Ya mereka gerakan politiknya tuh pasti punya agenda kan. Potensi laten itu ada. Apalagi 2029 mereka pasti akan mau berkuasa, pasti itu,” tegasnya lagi.

Selanjutnya, Budi mengaitkan dengan kondisi rakyat yang sulit saat ini, maka akan dengan mudah terbuai pada 2029.

“Semua (kondisi) terakumulasi, sehingga kadang-kadang mereka (rakyat) untuk menyelamatkan situasi dan dirinya, mereka melakukan yang sebenarnya nggak sesuai dengan nurani mereka. Ini situasinya. Kepepet. Ya, terpaksa lah ya. kira-kira gitu,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya