Berita

Ilustrasi

Politik

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 20:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ide pembentukan koalisi permanen dalam rangka penguatan barisan partai politik (parpol) pendukung Presiden Prabowo Subianto, diperkirakan akan gagal direalisasikan.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai, gagasan yang digelorakan Partai Golkar beberapa waktu lalu mempunyai potensi yang sangat kecil untuk terjadi.

"Wacana koalisi permanen yang digelorakan Partai Golkar ditengarai membutuhkan jalan yang panjang dan berliku untuk direalisasikan, bahkan persentasenya kecil terwujud," ujar Efriza kepada RMOL, Jumat, 2 Januari 2026.


Terkaan tersebut, dilontarkan Efriza karena berkaca pada kejadian serupa sebelumnya. Di mana, pada awal-awal pembentukan koalisi pemerintahan mantan Presiden Joko Widodo, juga muncul gagasan koalisi permanen.

"Pengalaman Jokowi pada Pemilu 2014 untuk menghadirkan koalisi permanen, nyatanya malah pasca Pilpres. DPR terbelah menjadi dualisme pimpinan antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat," urainya.

Oleh karena itu, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu meyakini dorongan Golkar membentuk koalisi permanen untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2029, adalah langkah percuma.

"Sejak era Jokowi tersebut, ide koalisi permanen sudah gagal. Yang ada sebenarnya adalah koalisi merangkul semua partai, tanpa meniadakan adanya oposisi, ini ditunjukkan setelah masuk periode keduanya di (pemerintahan Jokowi periode) 2019 hingga 2024," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya