Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setkab)

Publika

Sida-Sida Istana

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 18:49 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

SERANGAN makin kenceng seiring kendornya kinerja Kejaksaan dan KPK. Provokator, influencer, opini-maker, dan ‘anak abah’ bangun narasi; The last baby boomer president, Pak Prabowo Subianto dituding melantik orang-orang inkompeten masuk kabinet.

Sederet nama dijadikan public enemy. Luhut, Bahlil, Cak Imin, Zulhas, Raja Juli kerap jadi sasaran bully. Diejek. Diledek. Dimaki. Dikecam. Diketawain. 

Respons reaktif Zulhas makin buat publik marah. Sandiwara panggul sekarung kecil beras dan akting bersihin lantai lumpur. Padahal penghayatan drama tragedinya sudah paten. Mirip Che Guevara yang sekalipun menteri di Kabinet Fidel Castro tapi tetap melakukan menial work; Manggul karung beras di pelabuhan. Dilakukan hampir setiap hari. Baju militer hijaunya selalu basah oleh keringat.


Menlu Sugiono ikut kena. Dikatakan enggak becus, kurang pengalaman, dan enggak qualified. Letkol Tedy masuk deretan Menteri ABS (asal bapak senang). Dia dituduh berfungsi sebagai tembok tebal yang nge-block mata Presiden Prabowo melihat fakta lapangan. Dia dipersepsikan arogan, mukanya ngeselin, dan mulut jahat. 

Banyak menteri dan wamen enggak dikenal publik. Mereka milih kerja dalam sunyi. Enggak punya mental tampil. Safety player. Kepala BIN dikatain bego. Entah apa kerja Veronica Tan.

Kabinet gembrot dinilai unfaedah. Menghanguskan anggaran. Efisiensi dilakukan. Komisaris BUMN jadi tumbal. Tantiem dihapus. Kenaikan gaji ditunda Dony Oskaria. Padahal salary Komut cuma 45% dari Dirut.

PNS enggak dipangkas. Jumlahnya banyak, enggak ada kerja. Mereka jadi shadow government or deep state. Kepala Biro punya kekayaan fantastis. Lihat saja PNS rendahan macam Gayus Tambunan or Rafael Alun Tri Sambodo. Lahan super becek. Raup kekayaan dari sumber misterius. 

Padahal semua itu hak prerogatif presiden. Konstitusi jamin dan atur soal itu. Presiden bebas memilih dengan siapa dia nyaman kerja. Nilai kompetensi, kualifikasi, dan pengalaman bukan di tangan kritikus. Besar kemungkinannya kritik Dino Patti Djalal didasari rasa dengki dan motif ingin rebut jabatan. 

Bisa pula kritik soal kompetensi itu adalah kedok kamuflase. Tujuan aslinya: Downgrade pemerintahan Prabowo-Gibran. Target Anies menang Pilpres 2025. 

Mereka delusi dan ngarep. Dua program memastikan Prabowo-Gibran ok ok gas menang di periode #2. Membongkar kasus korupsi dan tangkap sebanyak mungkin koruptor dan program MBG yang semakin baik hari demi hari. Ganti para pejabat tinggi MBG, pecat si duta air mata, lakukan penyegaran.

Hal kedua yang bisa dipetik dari fenomena di atas adalah karakter fundamental Pak Prabowo. Dia lurus. Gus Dur bilang Pak Prabowo orang paling tulus se-Indonesia. 

Sebagai baby boomer, dia enggak peduli pencitraan. Enggak bentuk pasukan buzzer. Kaku main gimmick. Dia enggak peduli mau dipilih lagi or turun. Enggak punya ambisi berkuasa. Dia hanya ingin mensejahterakan rakyat dan rintis jalan Indonesia sebagai global power

Pak Prabowo ga pernah santai. Dia dalam posisi alert. All the time. Amati geopolitik. Pantau situasi konflik Asia Timur. Indonesia pasti kena dampak perang. Pandangannya pun jauh ke depan. Proyeksi MBG adalah generasi selanjutnya. 

Situasi timpang mengharuskan peran Wapres Gibran diaktifkan. Pilih 2-3 orang loyalis yang capable dan berjasa penuh sebagai narsum fakta lapangan sekaligus sebagai advisor utama yang tidak resmi. 

Loyalis yang punya modal, silahkan patungan rame-rame. Bentuk pasukan cyber. Ambil inisiatif. Hancurkan para penghasut jahat. Terakhir, Pak Presiden plis deh pegang smartphone sendiri. Jangan pinjam handphone ajudan.

Penulis adalah Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya