Berita

Aktivitas jual beli di pasar tradisional. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Guyuran Dana ke Himbara Harus Menggerakkan Kredit dan Daya Beli

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 17:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyuntik dana triliunan ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) disorot Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum.

Dia menilai, efektivitas kebijakan tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah memastikan dana yang digelontorkan benar-benar bergerak ke sektor riil, bukan sekadar mengendap di perbankan.

“Bagaimana efek dana gelontoran Menkeu 200 triliun dan 76 triliun kepada Himbara? Tetap saja permintaan kredit menjadi faktor penting. Jika gelontoran dana ngendon di laci bank, efek ekonomi yang diharapkan tidak datang. Ditunggu, nanging ora teko,” ujar Anas lewat akun X miliknya, dikutip Jumat, 2 Januari 2026.


Menurutnya, ketersediaan likuiditas saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Permintaan kredit harus benar-benar meningkat agar dana tersebut bisa disalurkan dan menggerakkan aktivitas ekonomi.

Selain itu, Anas menekankan pentingnya daya beli masyarakat sebagai mesin utama konsumsi. Jika daya beli melemah, masyarakat cenderung menunda belanja, yang pada akhirnya menahan laju pertumbuhan ekonomi.

“Sama pentingnya dengan kredit adalah daya beli untuk menggerakkan konsumsi. Daya beli yang ringkih akan menunda konsumsi, lalu efeknya pertumbuhan menjadi tertahan,” jelasnya.

Ia menilai, tantangan utama kebijakan Menkeu saat ini adalah memastikan dana tidak mengendap di perbankan. Artinya, pemerintah harus mampu mendorong kenaikan permintaan kredit secara nyata.

"Permintaan kredit naik meminta iklim usaha yang sehat dan lampu kalkulasi bisnis berwarna hijau. Juga daya beli yang membaik,” tegasnya.

Anas menilai tahun 2026 akan menjadi periode yang sarat tantangan sekaligus peluang. Karena itu, ia mengingatkan agar kebijakan ekonomi yang ditempuh benar-benar tepat sasaran dan terukur.

“Tahun 2026 penuh tantangan dan peluang. Diperlukan kebijakan yang tepat dan terukur, bukan sekadar produktif mengeluarkan pernyataan segar,” pungkasnya optimistis.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya