Berita

Bandera partai politik di Indonesia (Foto: RMOL)

Politik

Pengamat:

Koalisi Permanen Butuh Proses Panjang dan Kesamaan Visi

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 14:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wacana pembentukan koalisi permanen dinilai masih memerlukan proses panjang. Bahkan, gagasan pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) disebut dapat menjadi salah satu tolok ukur keseriusan partai politik dalam membangun koalisi jangka panjang.

Pandangan tersebut disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, saat merespons wacana koalisi permanen yang kembali mengemuka seiring munculnya gagasan pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

“Koalisi permanen memang membutuhkan jalan panjang karena harus menyamakan visi dan persepsi dari masing-masing partai yang ada di parlemen,” ujar Muslim kepada RMOL, Jumat, 2 Januari 2025.


Menurut Muslim, wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD dapat menjadi indikator siapa saja yang benar-benar memiliki kesamaan cara pandang untuk bergabung dalam koalisi permanen. Koalisi jangka panjang, kata dia, hanya mungkin terwujud jika seluruh anggotanya memiliki visi dan arah perjuangan yang sejalan.

“Kalau tidak senapas dan searah, bagaimana mungkin bisa membangun koalisi permanen? Saat ini masing-masing partai masih memperjuangkan kepentingannya sendiri,” tegasnya.

Ia mempertanyakan jaminan keberlanjutan koalisi apabila kepentingan masing-masing partai lebih dominan daripada kesamaan visi kebangsaan.

“Kalau sudah menyangkut kepentingan masing-masing, apakah bisa dijamin koalisi itu benar-benar permanen?” pungkas Muslim.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya