Berita

Salah satu potret pertemuan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Instagram DPP Golkar)

Politik

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 14:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana pembentukan koalisi permanen antarpartai politik dinilai masih sulit terwujud dalam sistem politik Indonesia saat ini. 

Analis politik Andi Yusran menyebut, koalisi permanen hampir mustahil dibentuk tanpa fondasi ideologis yang kuat dan kesamaan pandangan yang konsisten.

“Dalam sistem parlementer saja, koalisi pemerintahan biasanya tidak bertahan lama dan rentan pecah. Dari situ kemudian muncul koalisi oposisi yang naik. Apalagi dalam sistem presidensial seperti Indonesia,” kata Andi Yusran, kepada RMOL, dikutip Jumat, 2 Januari 2026.


Ia menjelaskan, dalam sistem presidensial, koalisi sejatinya tidak menjadi kebutuhan utama. Presiden dan kabinet dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu, sementara parlemen yang diisi oleh partai politik memiliki ruang yang sangat terbatas untuk menjatuhkan presiden.

“Parlemen sangat sulit untuk melakukan impeachment terhadap presiden. Jadi sebenarnya tidak ada kebutuhan mendesak untuk membentuk koalisi permanen,” ujarnya.

Pernyataan ini menyusul pertemuan sejumlah elite partai politik yang belakangan digelar dan diduga turut membahas kemungkinan pembentukan koalisi permanen. Namun, Andi menilai, jalan menuju koalisi permanen masih sangat panjang dan penuh tantangan.

Menurutnya, koalisi permanen hanya mungkin terbentuk jika partai-partai politik yang terlibat memiliki basis ideologi yang kuat dan sewarna, serta kesamaan cara pandang dalam menyikapi berbagai isu strategis nasional.

“Koalisi permanen berpotensi terbentuk kalau partainya punya basis ideologi yang kuat dan searah. Kalau koalisi dibangun hanya karena kepentingan jangka pendek, itu pasti berumur pendek,” tegasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya