Berita

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Transformasi Kawasan Menteng 2026: Bangun Ekonomi Lokal lewat Kampung Kuliner

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 10:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, tengah menggodok rencana besar untuk mengubah wajah Kawasan Menteng, Jakarta, menjadi kawasan tematik pada tahun 2026. 

Bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, proyek ini diproyeksikan menjadi pusat ekonomi baru, salah satunya melalui konsep kampung kuliner.

Menteri yang akrab disapa Ara ini menegaskan bahwa partisipasi aktif warga adalah fondasi utama sebelum transformasi ini dijalankan. Tujuannya agar pengembangan ekonomi lokal sejalan dengan keinginan masyarakat setempat.


“Sebelum program berjalan, kami akan berdialog dengan warga. Apakah mereka setuju atau tidak. Setiap kebijakan publik harus melibatkan masyarakat agar program berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Ara dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 1 Januari 2026.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki estetika lingkungan, tetapi juga secara langsung menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat melalui potensi wisata kuliner dan penataan hunian.

Kementerian PKP menerapkan strategi unik dalam membedah kawasan kumuh di Kelurahan Menteng, yakni melalui semangat gotong royong tanpa menyentuh dana APBN. Saat ini, dua rumah warga sedang dalam tahap renovasi dengan progres mencapai 70 persen dan dijadwalkan rampung pada pertengahan Januari 2026.

“Saat ini sudah ada dua rumah yang direnovasi secara gotong royong, progresnya sudah 70 persen dan kami targetkan selesai pertengahan Januari 2026. Ini contoh nyata bahwa dengan kolaborasi, perbaikan hunian bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.

Target selanjutnya adalah merenovasi sekitar 50 rumah serta melakukan penataan kawasan kumuh secara menyeluruh. Untuk memastikan kawasan tersebut menarik secara ekonomi dan layak huni, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dilibatkan untuk menyusun desain secara gratis.

“Kami ingin penataan kawasan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga lingkungan. IAI akan membantu mendesain rumah dan kawasan secara profesional tanpa biaya, sehingga hasilnya lebih tertata dan layak huni,” kata Ara.

Dengan lingkungan yang lebih tertata dan profesional, masyarakat diharapkan memiliki ruang yang lebih baik untuk membuka usaha dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka secara berkelanjutan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya