Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

DXY Terperosok: Dolar AS Awali 2026 dengan Pelemahan Signifikan

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar Amerika Serikat (AS) membuka lembaran tahun 2026 dalam posisi yang kurang menguntungkan. Setelah didera tekanan hebat sepanjang tahun lalu, mata uang Greenback terpantau masih berjuang untuk bangkit terhadap mayoritas mata uang utama dunia pada perdagangan awal Asia Jumat, 2 Januari 2026.

Indikator utama kekuatan Dolar, Indeks DXY, yang mengukur performa dolar terhadap enam mata uang pesaing utamanya, kini tertahan di level 98,243 paa perdagangan Jumat pagi, 2 Januari 2026. Angka ini mencerminkan kelanjutan tren negatif setelah indeks tersebut anjlok drastis sebesar 9,4 persen sepanjang tahun 2025.

Pelemahan indeks DXY ini dipicu oleh kombinasi faktor fundamental dan politik, di antaranya siklus pemangkasan suku bunga yang agresif, kebijakan perdagangan yang dinilai tidak konsisten, dan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral AS (The Fed) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.


Dominasi Dolar AS kian terkikis seiring menyempitnya selisih suku bunga antara AS dengan negara ekonomi besar lainnya. 

Euro tercatat stabil di level 1,1752 DolarAS di pasar Asia setelah mencetak reli luar biasa sebesar 13,5 persen tahun lalu. 

Setali tiga uang, Pound Sterling bertahan di posisi 1,3474 Dolar AS usai menguat 7,7 persen. Bagi kedua mata uang tersebut, kenaikan terhadap Dolar ini merupakan yang tertajam sejak tahun 2017.

Di sisi lain, Yen Jepang bergerak relatif stabil di angka 156,74 per Dolar AS. Meski Yen sempat menyentuh level terlemahnya dalam 10 bulan terakhir pada November lalu, pergerakannya kini mulai tenang seiring penantian investor terhadap data ekonomi terbaru.

Anthony Doyle, Kepala Strategi Investasi di Pinnacle Investment Management, menilai bahwa meskipun dolar melemah, ekonomi global memasuki 2026 dengan momentum yang cukup solid.

"Di luar Amerika Serikat, dorongan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral mulai mereda. Hal ini justru dianggap positif karena mengurangi kejutan kebijakan dan menekan pergerakan pasar satu arah," jelas Doyle, dikutip dari Reuters.

Fokus pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS yang akan rilis pekan depan sebagai kompas arah suku bunga sepanjang 2026. Selain itu, pelaku pasar tengah berspekulasi mengenai siapa sosok yang akan dipilih Presiden Trump untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve pada Mei mendatang, sebuah keputusan yang diyakini akan menentukan nasib Indeks DXY di masa depan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya