Berita

Kotak pizza (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

KFC-Pizza Hut India Resmi Merger, Nilai Tembus Rp15,5 Triliun

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua operator waralaba makanan cepat saji di India, KFC dan Pizza Hut, akan bergabung dalam sebuah kesepakatan merger senilai 934 juta Dolar AS (sekitar Rp15,5 triliun).

Kesepakatan yang diumumkan pada Jumat, 2 Januari 2026 ini melibatkan Sapphire Foods dan Devyani International, dua mitra utama Yum Brands di India, dan bertujuan membentuk kekuatan besar baru di pasar negara terpadat di dunia.

Merger dilakukan saat para pemilik waralaba bergulat dengan biaya operasional yang meningkat, perlambatan penjualan di gerai yang sama, serta margin keuntungan yang tertekan, sambil menghadapi persaingan ketat dari McDonald’s dan Domino’s Pizza. Kondisi ini diperparah oleh konsumen yang mulai menahan belanja non-esensial.


Dikutip dari Reuters, dalam kesepakatan tersebut, Devyani akan menerbitkan 177 saham untuk setiap 100 saham Sapphire. Dari penggabungan ini, kedua perusahaan menargetkan sinergi tahunan sebesar 2,1 hingga 2,25 miliar Rupee (sekitar 23,3-25 juta Dolar AS), yang diperkirakan mulai tercapai pada tahun kedua setelah entitas gabungan beroperasi penuh.

Sapphire dan Devyani sama-sama merupakan mitra Yum Brands dan secara total mengelola lebih dari 3.000 gerai di India maupun luar negeri, termasuk restoran KFC dan Pizza Hut. Di pasar India, mereka bersaing langsung dengan operator McDonald’s, Westlife Foodworld, serta operator Domino’s Pizza, Jubilant Foodworks.

Menurut konsultan barang konsumsi independen Akshay D’Souza, tantangan utama selama ini adalah skala bisnis. Baik pemilik waralaba KFC maupun Pizza Hut di India masih mencatat kerugian bersih, sehingga sulit mencapai efisiensi. 

“Dengan menjadi satu entitas, jika mereka mampu merealisasikan bahkan setengah dari sinergi yang diharapkan, kita bisa melihat perusahaan yang akhirnya menguntungkan karena biaya dapat dikendalikan dengan lebih baik," kata Aksay.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya