Berita

Ilustrasi kepala daerah. (Foto: Istimewa)

Publika

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 02:37 WIB

BAGI partai-partai seperti Golkar, Gerindra, PKB, PAN, mungkin juga Nasdem, mendorong wacana Pilkada lewat DPRD sebagai langkah berani untuk menentukan masa depan politik kita. 

Tapi langkah berani ini kurang didukung perhitungan yang matang atas banyak hal.

Kompak saja delapan partai yang ada di DPR, ditambah PDIP, PKS, dan Demokrat, belum tentu usulan Pilkada lewat DPRD itu didukung rakyat. 


Apalagi PDIP sudah tegas menolak. PKS masih ragu, tapi cenderung menolak, dan Demokrat, walau masih diam, agaknya juga menolak.

Demokrat sudah pasti tak akan mendukung. Sebab, SBY-lah Presiden yang mentorpedo UU Pilkada kembali lewat DPRD yang sudah disahkan, lewat Perppu. SBY jadi pahlawan waktu itu. 

Dan kalaupun tak dibuatkan Perppu, maka Jokowi-lah yang membuatkan Perppu itu.

Artinya, sejak awal partai dan elite partai memang tak pernah kompak untuk mengusung Pilkada kembali lewat DPRD ini. 

Selalu saja ada yang tampil sebagai pahlawan. Dan itu memang, suara rakyat. Hasil survei terkait Pilkada lewat DPRD ini selalu saja minoritas.

Apalagi Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai penjaga Konstitusi kita, pasti akan menghapus kalau ada UU Pilkada baru yang mengembalikan Pemilihan itu lewat DPRD. 

Sehari saja baru disahkan, sehari itu juga UU Pilkada baru itu akan digugat ke MK dan pasti menang.

Partai-partai yang mendorong Pilkada lewat DPRD tak sadar situasi. Partai-partai ini bergerak menjadi partai milik perorangan, sementara rakyat pun bergerak lebih perorangan lagi. 

Tak terbayang, kalau Pilkada diberikan kepada partai-partai. Maka akan dibagi suka-suka saja.

Memang, setiap Pemilu, rakyat memilih partai-partai dan tingkat partisipasi cukup tinggi. Tapi itu tidak serta rakyat menyerahkan segalanya kepada partai pilihan mereka. 

Apalagi kecenderungan partai yang semakin memburuk. Reformasi partai itulah yang paling krusial.

Jadi, wacana mengembalikan Pilkada lewat DPRD ini, wacana yang percuma karena sudah pasti ditolak dan hanya akan membuat kegaduhan yang tak perlu saja. 

Elite politik asyik mengevaluasi apa yang terjadi di luar, tapi abai mengevaluasi ke dalam. Kurang bisa berkaca.

Memang, semua juga sepakat Pilkada langsung itu mahal. Tapi cara memurahkannya bukan dengan cara kembali Pilkada lewat DPRD. 

Itu cara memurahkan yang menguntungkan dirimu saja. Publik pasti mudah sekali menangkap itu. Makin lama, hal itu makin memuakkan.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya