Berita

Daging sapi di pasar tradisional. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Dunia

China Terapkan Tarif Tinggi Impor Daging Sapi

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 01:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah China memberlakukan tarif tambahan sebesar 55 persen terhadap impor daging sapi yang masuk melebihi kuota tahunan dari pemasok utama, seperti Brasil, Australia, dan Amerika Serikat (AS). 

Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Januari 2026 sebagai upaya melindungi industri peternakan sapi domestik.

Mengutip Reuters, Kementerian Perdagangan China menyatakan total kuota impor daging sapi untuk 2026 ditetapkan sebesar 2,7 juta ton metrik. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan total impor China pada 2024 yang mencapai 2,87 juta ton.


Kuota tahunan baru ini juga berada di bawah volume impor selama 11 bulan pertama 2025 dari negara pemasok utama, termasuk Brasil dan Australia.

“Peningkatan jumlah impor daging sapi telah secara serius merugikan industri domestik China," ujar kementerian tersebut dalam pernyataannya.

Kebijakan tarif tambahan ini merupakan hasil dari investigasi yang diluncurkan pada Desember lalu. Aturan tersebut akan berlaku selama tiga tahun mulai 1 Januari 2026, dengan total kuota impor yang direncanakan meningkat secara bertahap setiap tahun.

Data menunjukkan impor daging sapi ke China turun 0,3 persen dalam 11 bulan pertama 2025 menjadi 2,59 juta ton.

Analis Senior Beijing Orient Agribusiness Consultants, Hongzhi Xu menyebut kebijakan terbaru ini diprediksi akan semakin menekan angka impor daging di China.

"Impor daging sapi China diperkirakan menurun pada 2026 sebagai dampak dari kebijakan tersebut," kata Xu.

Ia menilai peternakan sapi potong di China semakin sulit bersaing dengan negara-negara seperti Brasil dan Argentina. Kondisi tersebut dinilai tidak dapat dibalikkan dalam jangka pendek, baik melalui kemajuan teknologi maupun reformasi kelembagaan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya