Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

PMI Manufaktur China Kembali Ekspansif di Desember 2025

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 14:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur China naik menjadi 50,1 pada Desember 2025, menurut data Biro Statistik Nasional China (NBS) yang dirilis Rabu, 31 Desember 2025.

Dalam rilisnya, NBS mencatat PMI manufaktur Desember naik 0,9 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar. Dari 21 sektor industri yang disurvei, 16 sektor mencatat perbaikan, menandakan kondisi produksi dan operasional perusahaan semakin membaik.

Dari sisi detail, indeks produksi mencapai 51,7, sedangkan indeks pesanan baru berada di 50,8. Keduanya naik signifikan masing-masing 1,7 dan 1,6 poin. 


"Kenaikan pesanan baru di atas level 50 untuk pertama kalinya sejak paruh kedua tahun ini menunjukkan pemulihan yang jelas pada sisi produksi dan permintaan," kata kepala ahli statistik NBS, Huo Lihui, dikutip dari Global Times, Kamis 1 Januari 2026.

Kinerja sektor tertentu juga menguat. PMI manufaktur teknologi tinggi mencapai 52,5, naik 2,4 poin dari bulan sebelumnya. Sementara itu, PMI manufaktur peralatan dan industri barang konsumsi masing-masing berada di 50,4, dengan kenaikan 0,6 dan 1,0 poin.

Kepercayaan pelaku usaha juga ikut meningkat. Indeks ekspektasi aktivitas bisnis manufaktur naik menjadi 55,5, atau bertambah 2,4 poin, yang menunjukkan optimisme perusahaan terhadap prospek pasar ke depan semakin kuat.

PMI non-manufaktur juga kembali ke zona ekspansi di 50,2, naik 0,7 poin dari November. Namun, indeks aktivitas jasa masih sedikit di bawah ambang batas, yakni 49,7, meski tetap mencatat kenaikan tipis.

Secara keseluruhan, PMI komposit China pada Desember berada di 50,7, naik 1,0 poin dari bulan sebelumnya. Menurut Huo, data ini menunjukkan bahwa produksi dan aktivitas bisnis secara umum di China telah kembali ke jalur ekspansi menjelang akhir 2025.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya