Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Helikopter Prabowo Diyakini Aset Perusahaan, Wajar Tak Tercatat di LHKPN

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Helikopter yang disebut dimiliki Presiden Prabowo Subianto kemungkinan tercatat sebagai aset perusahaan, sehingga tidak muncul dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Hal ini disampaikan Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin, menanggapi polemik helikopter yang disebut sebagai milik pribadi Presiden Prabowo dan digunakan untuk membantu penanganan banjir di Sumatera.

"Kami berpandangan bahwa tidak tepat menarik kesimpulan secara tergesa-gesa bahwa kepemilikan helikopter tersebut tidak dilaporkan dalam LHKPN," ujar Hasanuddin kepada RMOL, Kamis 1 Januari 2026.


Hasanuddin menjelaskan helikopter tersebut kemungkinan bukan dimiliki secara pribadi, melainkan merupakan bagian dari aset perusahaan yang dimiliki atau terafiliasi dengan Prabowo.

"Dengan demikian, kepemilikan tersebut tercatat sebagai aset perusahaan, bukan harta pribadi yang wajib dirinci dalam LHKPN," tambahnya.

Lebih lanjut, Hasanuddin menegaskan bahwa LHKPN tidak mewajibkan pelaporan rinci atas aset perusahaan, meskipun perusahaan dimiliki secara pribadi oleh penyelenggara negara. Yang dilaporkan adalah kepemilikan saham atau penyertaan modalnya, bukan setiap aset perusahaan.

"Dalam konteks ini, pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dapat dipahami sebagai bentuk keterbukaan informasi dan klarifikasi kepada publik, sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana di Sumatera melibatkan berbagai pihak dan sumber daya, baik dari negara maupun non-negara," pungkas Hasanuddin.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya