Berita

Ilustrasi. (Foto: Artificial Intelligence)

Publika

Kasus Ijazah Jokowi Sarat Kebohongan

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 02:42 WIB

"Kalau memang betul itu ada aslinya, pasti siapapun berani akan menunjukkannya." 

Itulah pernyataan Pakar Sosiologi Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ciek Julyati Hisyam, dalam acara talkshow Catatan Demokrasi di tvOne pada 2 November 2025, yang meyakini bahwa ijazah Jokowi palsu.

Pernyataan Pakar Sosiologi Hukum di atas sederhana, tidak rumit, logis, dan mewakili banyak orang. 


Seperti dicontohkan Arsul Sani yang juga dituduh punya ijazah palsu, enteng saja membuka ijazahnya di depan publik. Itu karena memang ijazahnya asli. Semudah itu.

Arsul Sani tak melaporkan balik, tak menyewa kuasa hukum, tak berargumen aneh-aneh, akan terjadi chaos kalau ijazahnya dibuka, mengadakan temu alumni, ikut acara Dies Natalis, dan lain sebagainya. 

Kalau Arsul Sani bisa melakukan itu, mestinya Joko Widodo alias Jokowi juga bisa.

Harus diakui banyak kebohongan dalam kasus ijazah Jokowi ini sejak awal. Ingat, sejak awal. Ambil dua yang terakhir saja. 

Projo mengaku melihat ijazah di rumah Jokowi. Ternyata, ijazah ada di Polda Metro Jaya. Andi Azwan menscan ijazah asli Jokowi, ternyata juga tidak. 

Seperti pada Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, yang menjadi tersangka kasus ijazah palsu, Jokowi pun akan mudah begitu. 

Roy Suryo cs akan cepat diseret ke Pengadilan dan Jokowi memperoleh keadilan. Tapi kasus ijazah Jokowi tak bisa secepat itu, entah kenapa?

Alasan kehati-hatian bisa dipakai. Tapi untuk kasus yang sepele, alasan kehati-hatian itu bisa dianggap ada permainan. 

Apalagi diikuti dengan kebohongan yang kasat mata. Sampai saat ini belum juga P21 dan lima tersangka lain belum juga diperiksa sebagai tersangka.

Balik lagi ke pernyataan Pakar Sosiologi Hukum UNJ di atas. Kalau asli, siapa pun akan berani menunjukkan, bahkan dengan sangat bangga. 

Alumni UGM, siapa yang tak bangga? Penegak hukum harus benar-benar fair menuntaskan kasus ini, di tengah desakan untuk melakukan kriminalisasi seperti dugaan Rocky Gerung.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya