Berita

Anggota DPD Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Fahira Idris:

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

RABU, 31 DESEMBER 2025 | 21:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota DPD Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan catatan reflektif terkait penerapan otonomi daerah di Indonesia di akhir 2025. 

Menurutnya, lebih dari dua dekade sejak diberlakukan pasca-Reformasi, otonomi daerah tetap merupakan pilihan strategis bagi Indonesia sebagai negara besar dan majemuk, namun membutuhkan redesain agar benar-benar menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia maju.

Senator Jakarta ini menilai, otonomi daerah telah membawa banyak capaian positif yang patut diapresiasi. Kebijakan ini berhasil mendekatkan negara kepada rakyat, membuka ruang inovasi kebijakan lokal, serta mempercepat pelayanan publik di berbagai daerah. 


“Secara prinsip, otonomi daerah adalah upaya menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif, demokratis, dan berkeadilan. Banyak daerah yang menunjukkan kemajuan signifikan karena diberi ruang mengelola urusannya sendiri,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025. 

“Namun, kita harus jujur dalam praktiknya masih menghadapi tantangan struktural yang serius sehingga perlu dilakukan redesain otonomi daerah yang lebih berani, terarah, dan konsisten agar benar-benar menjadi fondasi Indonesia maju,” tambahnya. 

Ia mencatat sejumlah tantangan struktural yang masih menghambat optimalisasi otonomi daerah. Salah satunya adalah pembagian kewenangan yang tumpang tindih antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. 

Ketidakjelasan ini kerap menimbulkan kebingungan dalam pelaksanaan kebijakan, terutama saat menghadapi krisis seperti bencana besar, persoalan lingkungan, dan pelayanan publik lintas wilayah.

Selain itu, Fahira Idris juga menyoroti kecenderungan resentralisasi melalui berbagai regulasi sektoral yang menarik kembali kewenangan daerah ke pusat. Menurutnya, kondisi ini berisiko menggerus semangat desentralisasi dan mematikan inovasi daerah. 

“Daerah tidak boleh hanya menjadi pelaksana kebijakan pusat. Otonomi harus memberi ruang bagi daerah untuk mengambil keputusan strategis sesuai kebutuhan lokal,” tukasnya.

Persoalan kemandirian fiskal daerah juga menjadi catatan penting. Fahira Idris mengungkapkan, tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat menunjukkan bahwa otonomi fiskal belum berjalan optimal. Ketergantungan ini membuat daerah kurang leluasa berinovasi dan rentan terhadap perubahan kebijakan fiskal nasional.

Di sisi lain, tantangan tata kelola dan integritas pemerintahan daerah juga perlu terus dibenahi. Aktivis perempuan ini mengingatkan bahwa otonomi daerah tidak boleh identik dengan desentralisasi korupsi. 

“Sistem pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas harus diperkuat agar otonomi benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya