Berita

Politikus PDIP Mohammad Guntur Romli (Dok. Pribadi)

Politik

Politikus PDIP Desak Aparat Usut Teror terhadap Konten Kreator dan Aktivis

RABU, 31 DESEMBER 2025 | 12:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Maraknya aksi teror terhadap sejumlah konten kreator hingga aktivis lingkungan mendapat sorotan tajam Politikus PDIP Mohammad Guntur Romli.

Baru-baru ini, setidaknya teror dan intimidasi dialami oleh konten kreator @dj_donny dan @sherlyannavita serta aktivis Greenpeace Iqbal Damanik. Mereka dikirimi potongan ayam mati, telur busuk, hingga pesan bernada ancaman pembunuhan.

Guntur Romli menyebut bahwa aksi teror dan intimidasi dari orang tak dikenal (OTK) itu merupakan tindakan pengecut. 


“Teror adalah tindakan pengecut. Tujuannya untuk membungkam kritik,” tegasnya kepada wartawan, Rabu, 31 Desember 2025. 

Menurut Guntur Romli, teror terhadap para pegiat media sosial hingga aktivis lingkungan yang kerap melontarkan kritik justru berupaya melemahkan demokrasi di Indonesia.

“Suatu respon yang menunjukkan tidak siap berdemokrasi dan memegang amanah kekuasaan. Akhirnya menyalahgunakan kekuasaan untuk menebarkan ancaman dan ketakutan,” katanya.

Seharusnya, kata Guntur Romli, kritik yang konstruktif terhadap pemerintah disambut baik sebagai bentuk kepedulian untuk berbenah agar pemerintah lebih baik lagi.

“Ingatlah, suara dari rakyat, sekecil dan selemah apapun harus didengar. Vox Populi Vox Dei. Suara Rakyat adalah Suara Tuhan,” tegasnya. 

Atas dasar itu, PDIP mengecam tindakan teror terhadap konten kreator hingga aktivis lingkungan tersebut. 

Guntur Romli pun meminta aparat penegak hukum untuk bertindak cepat mengusut tuntas aksi teror tersebut. 

“Ini preseden yang buruk dalam kehidupan bermasyarakat kita. Harus diungkap, siapa pelaku lapangan dan siapa dalangnya,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya