Berita

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro. (Foto: Humas Nasdem)

Politik

Kades Diminta Tetap Tenang Sikapi Penyesuaian Dana Desa

RABU, 31 DESEMBER 2025 | 12:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebijakan pemotongan dana desa bukan semata pemangkasan, melainkan bagian dari penataan ulang anggaran nasional untuk memperkuat program prioritas pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat.

“Ini bukan hanya dana desa. Secara keseluruhan TKD (dana transfer ke daerah) memang sedang dilakukan penyesuaian,” jelas Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, lewat keterangan resminya, Rabu, 31 Desember 2025.

Fauzi menjelaskan, dana desa merupakan bagian dari skema TKD yang saat ini hampir seluruh posnya mengalami penyesuaian anggaran di kisaran 20-30 persen, termasuk alokasi dana desa.


Sebagai anggota Komisi XI yang bermitra dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, Bank Indonesia, OJK, BPK, LKPP, hingga Danantara, Fauzi meminta para kepala desa untuk tidak terburu-buru menyikapi kebijakan tersebut secara negatif.

“Saya mengimbau kepala desa untuk tetap tenang dan menerima terlebih dahulu skema kebijakan yang saat ini sedang digodok di Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan kebijakan ini nantinya benar-benar membawa manfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fauzi menegaskan bahwa penyesuaian anggaran dilakukan untuk memperkuat program prorakyat yang dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat luas. 

Sejumlah program prioritas tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta berbagai program sosial dan pemberdayaan lainnya.

Menurut Fauzi, total anggaran bantuan langsung dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui berbagai program tersebut mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp1.230 triliun, yang terbagi dalam 18 item program nasional.

“Hampir Rp1.230 triliun itu adalah bantuan langsung program pemerintah. Ada 18 item, dan semuanya diterima langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia optimistis, apabila skema kebijakan ini dijalankan secara efektif dan tepat sasaran, maka dampaknya akan sangat signifikan, mulai dari penguatan daya beli masyarakat, peningkatan kualitas gizi, pemberdayaan ekonomi desa melalui koperasi, hingga dukungan nyata bagi pendidikan rakyat.

Fauzi kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintahan desa, agar seluruh kebijakan dan program dapat berjalan selaras demi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat luas.

“Sinergi pusat dan desa menjadi kunci agar manfaat program ini benar-benar dirasakan rakyat,” tutup Fauzi.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Kasus Blueray Diduga Puncak Gunung Es Skandal Bea Cukai

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:58

Atasi Masalah Sampah dan Parkir, Pansus Matangkan Raperda Pasar Rakyat ?

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:57

Sekjen Gelora: Gugurnya Khamenei Peringatan Keras bagi Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:07

Alarm Bagi Pekerja, Ini Daerah Rawan Telat Pembayaran THR

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:57

9 Pendukung Iran Tewas Ditembak saat Menerobos Konsulat AS di Pakistan

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:43

Para Petinggi PSI di Sumsel Loncat ke PDIP

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:20

PKB Dukung Niat Baik Prabowo jadi Juru Damai Iran-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54

AS Ikut Israel Serang Iran, Al Araf: Indonesia Seharusnya Mundur dari BoP

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:19

Sukabumi Terjangkit 54 Kasus Demam Berdarah Sepanjang Januari 2026

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:59

KPK Ultimatum Salisa Asmoaji

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya