Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Kejar Swasembada 2027: KKP Pacu Produksi Garam Nasional Lewat Teknologi dan Perluasan Lahan

RABU, 31 DESEMBER 2025 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan bahwa produksi garam nasional pada tahun 2025 menyentuh angka sekitar 1 juta ton. Meski angka ini menunjukkan penurunan akibat faktor cuaca dan tingginya intensitas hujan, pemerintah terus bergerak cepat melalui berbagai program strategis untuk menekan angka impor dan menuju swasembada.

Direktur Sumber Daya Kelautan KKP, Frista Yorhanita, mengungkapkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara produksi dan kebutuhan nasional. Hal ini menjadi alasan utama mengapa pemenuhan garam industri masih bergantung pada pasar luar negeri.

“Produksi nasional saat ini masih sekitar 2 juta ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai 4,5 hingga 5 juta ton. Karena itu kita masih melakukan impor sekitar 2,6 sampai 3 juta ton per tahun, terutama untuk kebutuhan industri,” jelas Frista dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa 30 Desember 2025. 


Untuk menjawab tantangan tersebut, KKP fokus pada dua langkah besar; intensifikasi (peningkatan lahan eksisting) dan ekstensifikasi pembukaan lahan baru.

Program intensifikasi difokuskan di sentra garam seperti Indramayu, Cirebon, Pati, dan Sabu Raijua melalui revitalisasi tambak, perbaikan saluran air, serta pembangunan gudang penyimpanan.

Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, dengan pembangunan tambak baru seluas 800 hektare yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2026.

Frista menjelaskan, di empat kabupaten lokasi intensifikasi, KKP memberikan bantuan berupa pembangunan gudang rakyat berkapasitas 100 ton serta gudang garam berkapasitas 2.000 hingga 7.000 ton.

Selain itu, dilakukan perbaikan saluran air untuk mengatasi keterbatasan kualitas air laut di Pantura Jawa yang kerap terkendala sedimentasi.

“Harapan kami dengan yang sudah kami lakukan di 2025 ini, untuk intensifikasi tadi kami bisa meningkatkan produksi 30 persen dari produksi eksisting sekarang,” ujar Frista.

KKP tengah membangun tambak garam baru seluas 800 hektare di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini diproyeksikan mulai memanen hasil pada tahun depan.

“Untuk program ekstensifikasi di Rote Ndao, dari lahan seluas 800 hektare, KKP menargetkan produksi sekitar 200 ton per hektare. Dengan demikian, total produksi garam dari Rote Ndao pada 2026 diperkirakan mencapai 160 ribu ton per tahun,” tambahnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya