Berita

Ilustrasi kepala daerah. (Foto: Istimewa)

Publika

Pilkada via DPRD Lebih Efektif

RABU, 31 DESEMBER 2025 | 06:03 WIB

SEBELUMNYA Golkar, diperjelas PKB, didorong PAN, disebut Nasdem, akhirnya didukung Gerindra. Pilkada lewat DPRD, bukan lagi secara langsung seperti empat periode belakangan ini. Apakah kali ini akan lolos?

Selama Orde Baru, ditambah satu kali di Era Reformasi, setidaknya sudah enam periode, Pilkada lewat DPRD pernah diterapkan. 

Tidak saja lebih efisien, tapi juga lebih efektif. Pilihan rakyat sudah diwakilkan pada elitenya.


Wacana kembali ke Pilkada lewat DPRD bukanlah wacana baru. Bahkan di ujung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY tahun 2014, UU Pilkadanya sudah disahkan. Oleh SBY, UU Pilkada itu ditorpedo, dibatalkan lewat Perppu.

Makanya Demokrat, kiranya tak akan menyetujui Pilkada lewat DPRD itu. Kali ini Demokrat akan sejalan dengan PDIP. PDIP sudah terang-terangan menolak rencana Pilkada lewat DPRD itu. Tersisa PKS.

PKS kiranya juga tak akan setuju dengan rencana Pilkada lewat DPRD itu. 

Sebagai partai yang solid, mesin partainya diakui, PKS dirugikan dengan Pilkada lewat DPRD itu. Kader PKS sulit menjadi kepala daerah.

Pilkada lewat DPRD istilahnya saja yang efisien dan efektif. Tapi tetap pakai uang. Uangnya lebih jelas lagi. Yang tak punya uang, jangan berharap menjadi kepala daerah. Kader PKS jarang yang punya uang banyak.

Kepala daerah akan dikuasai partai-partai besar. Akan dibagi seperti memotong kue di atas meja. 

Partai-partai kecil jangan berharap. Apalagi partai kecil yang tak ada kursi di DPR. Memang, akan lebih efisien dan efektif.

Kalau tingkat kepercayaan rakyat terhadap elite partai tinggi, maka ada kemungkinan Pilkada lewat DPRD itu akan lolos. 

Tapi kalau masih seperti saat ini, maka wacana itu tak akan lolos. Rakyat tak akan menyetujui.

Sedang dipilih rakyat saja banyak sekali kepala daerah yang tak peduli dengan rakyatnya. 

Apalagi dipilih oleh sesama mereka saja. Maka jarak itu akan makin jauh. Rakyat jalan ke timur, Kepala daerahnya berlari ke barat. Begitulah.


Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya