Berita

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah dalam kegiatan Kunjungan ke SPPG Ponpes Daarut Tauhiid di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa, 30 Desember 2025. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Kopontren Didorong Jadi Motor Pendamping Kopdes Merah Putih

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 17:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Koperasi pesantren (Kopontren) berperan dalam memperkuat ekonomi umat, serta mengajak Kopontren menjadi mitra pendamping bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Ponpes Daarut Tauhiid dari Yayasan Daarut Tauhid yang dinilai sangat populer, dan memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ekonomi umat melalui berbagai unit usaha dan koperasi yang dikelolanya.

“Pesantren selama ini lebih fokus pada pendidikan, keagamaan, dan sosial, namun kami dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) ingin mengajak seluruh pesantren untuk memiliki unit usaha sehingga bisa berdaya secara ekonomi,” ucapnya dalam kegiatan Kunjungan ke SPPG Ponpes Daarut Tauhiid di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa, 30 Desember 2025.


Wamenkop berharap, Kopontren bisa bersinergi dengan Kopontren-Kopontren lain dalam membangun unit usaha untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di lingkungan Ponpes. Wamenkop menekankan Ponpes bisa bersilaturahim tidak hanya dakwah dan syiar melainkan juga dengan tujuan membangun ekonomi.

“Termasuk pentingnya pengembangan usaha koperasi melalui pendampingan, kolaborasi, dan peningkatan skala usaha,” katanya. 

Salah satu contoh keberhasilan yang disampaikan adalah usaha roti yang dimulai dengan modal Rp 150 juta dan melibatkan ahli roti profesional.

Farida menjelaskan, usaha roti tersebut bekerja sama dengan Ponpes Al Ittifaq untuk pasokan sayur, serta mendapat suplai roti dari Daarut Tauhid. Usaha yang dibuka sejak 2019 ini juga memanfaatkan garam dari Kopontren Sunan Drajat, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kualitas produk dan efisiensi biaya.

Selain roti, usaha retail air mineral ringan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan 10 outlet yang tersebar di beberapa rumah sakit. Total omzet mencapai Rp10 miliar per bulan, dengan setiap outlet mampu meraup omzet Rp20-25 juta per hari. Semua langkah ini didasarkan pada riset pasar yang matang dan sering berbagi pengalaman dengan Kopdes Merah Putih.

Farida juga menyoroti koperasi di Kota Bandung yang banyak disuplai produk oleh usaha ini. Ia menyarankan, agar koperasi membuat gudang sebagai aset yang dapat dijadikan agunan untuk permodalan lebih lanjut. 

“Dengan cashflow yang baik, pertumbuhan usaha dapat berjalan lebih lancar,” ungkapnya.

Pendampingan dalam hal perizinan seperti PIRT dan label halal juga terus digalakkan untuk memperkuat legalitas produk. Sistem usaha yang diterapkan bersifat open short, termasuk penyewaan alat mesin barista dengan skema bagi hasil 10 persen untuk layanan mandiri.

Farida menegaskan, program literasi dan penguatan usaha juga menjadi fokus, termasuk gerakan ‘One Pesantren One Produk’ yang mendukung pengembangan ekonomi pesantren. Cottage penginapan dengan rata-rata okupansi 300 per malam turut menjadi sumber pendapatan tambahan.

Dia menambahkan, regenerasi pengelola usaha juga menjadi perhatian melalui PUK (Pengembangan Usaha dan Kemitraan) yang memiliki kapasitas hingga 4.000 MBG, yang diperuntukkan tidak hanya bagi santri tapi juga masyarakat umum. Namun, kendala utama yang masih dihadapi adalah masalah jaminan rumah bagi sekitar 1.400 santri.

Ia juga menekankan, SPPG dijalankan oleh anak perusahaan koperasi, dan koperasi-koperasi existing berperan sebagai kakak asuh bagi Kopdes Merah Putih yang memerlukan pendampingan penuh, terutama di wilayah Bandung. 

“Pendampingan ini disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing melalui juklak (petunjuk pelaksanaan) yang fleksibel,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya