Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump (Foto: RTE)

Dunia

Trump ancam Hamas dan Iran usai Bertemu Netanyahu

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 15:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada kelompok Hamas dan Iran setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Mar-a-Lago, Florida, Selasa 30 Desember 2025. 

Dalam konferensi pers bersama Netanyahu, Trump menegaskan Hamas harus segera melucuti senjatanya sesuai kesepakatan. Ia memperingatkan akan ada konsekuensi serius jika kelompok tersebut tidak mematuhi komitmen tersebut. 

“Jika mereka tidak melucuti senjata seperti yang telah mereka sepakati, maka akan ada neraka yang harus mereka bayar,” ujar Trump seperti dimuat Reuters.


Selain Hamas, Trump juga mengancam Iran dengan kemungkinan serangan baru. Ia mengatakan AS dan Israel tidak akan membiarkan Teheran membangun kembali program nuklir maupun persenjataan rudal balistiknya. 

“Setiap upaya untuk membangun kembali kemampuan itu akan kami basmi,” kata Trump

Trump menilai Iran saat ini tengah berupaya mencari lokasi nuklir baru dan memulihkan kekuatan militernya setelah serangan sebelumnya. 

Ia menambahkan respons Amerika Serikat bisa lebih kuat dari serangan terakhir, meskipun masih percaya Iran tertarik mencapai kesepakatan dengan Washington terkait nuklir dan misil

Peringatan Trump ditanggapi oleh penasihat politik Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkhani. Ia menegaskan Iran akan merespons tegas setiap agresi AS.

“Kemampuan rudal dan pertahanan Iran tidak bisa dibatasi. Setiap agresi akan menghadapi respons keras dan langsung,” tulis Shamkhani di media sosial X

Sementara itu, Trump menilai Israel telah memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan gencatan senjata, sehingga tekanan kini diarahkan kepada Hamas. Namun, sayap bersenjata Hamas kembali menegaskan tidak akan menyerahkan senjatanya

Netanyahu menyebut pertemuannya dengan Trump berlangsung sangat produktif. Ia bahkan mengumumkan Israel akan menganugerahkan penghargaan sipil tertinggi kepada Trump.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya